SUNGAI PENUH - Kontroversi muncul di Desa Koto Bento, Kecamatan Pesisir Bukit, setelah terungkap bahwa Sekretaris Desa (Sekdes), Suntari, disebut-sebut juga menjabat sebagai guru honorer di salah satu SD setempat.
Kondisi ini memancing protes dari masyarakat setempat yang menilai bahwa kepemimpinan Suntari terbagi dan kurang fokus.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, sejumlah masyarakat mengecam praktik ganda ini dan menuntut agar Suntari memilih menjadi sekretaris desa atau tetap fokus sebagai guru honorer di sekolah.
Masyarakat merasa selain memiliki dua sumber gaji yang sama-sama dari pemerintah, fokus kerjanya juga terbagi, hal itu menimbulkan persepsi sebagai tindakan yang tidak etis.
"Sudah saatnya Suntari memutuskan, apakah menjadi sekretaris desa atau guru honorer. Ini tidak hanya soal etika, tapi juga kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan di Desa Koto Bento," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Beberapa warga juga diketahui mengajukan permintaan kepada Kepala Desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk memberikan teguran resmi kepada Suntari. Mereka berharap adanya langkah tegas untuk memastikan agar kepemimpinan di desa tetap fokus dan transparan.
"Kepada Kades dan anggota BPD agar mengkaji permasalahan ini dengan serius. Sampaikan teguran resmi kepada Suntari terkait kebijakan ganda ini. Kepercayaan masyarakat harus dijaga, dan pastikan tindakan yang diambil sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.
Kondisi ini menjadi sorotan di tingkat lokal, mengingat pentingnya kredibilitas dan fokus dalam kepemimpinan desa. Keputusan Suntari untuk memilih satu dari dua jabatannya akan menjadi langkah kritis dalam merestorasi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.
Kepala desa dikonfirmasi Senin 22/1/2024, mengatakan “Dak Ado Dio lulus P3K ,kalau lulus baru dia pilih salah satu,”.
Sementara Suntari Sekdes dikonfirmasi melalui WhatsApp menyampaikan "Ok Aku pelajari dulu, Dan insyaallah buya . Aku setiap hari di kantor. Stanbay dalam melayani masyarakat dan masyarakat tau sapo yang menangani kalau ada yang minta di buatkan surat. insyaallah 80% aku yang handel kalau aku ado di kantor,”
“Terimakasih buya. Kalau ada yang tidak senang dengan aku dan mengadu dengan kayo wajar buya. Karena kami sebagai pelayan masyarakat. Salah dan hilaf miliknya manusia,” pungkas Sekdes. (Hps)
Facebook comments