Kerinci – Pemerintah Kabupaten Kerinci menegaskan komitmen penuhnya dalam mendorong kemajuan sektor perkebunan dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran jajaran pejabat daerah dalam Festival Panen Raya Kopi Robusta Tamiai 2026 yang berlangsung pada 23–24 Mei 2026 di kawasan perkebunan kopi Desa Tamiai, Kecamatan Batang Merangin.
Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Kerinci dan Wakil Bupati Kerinci, H. Murison. Turut mendampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Kerinci, Radium Halis. Momentum panen raya ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jambi, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi bersama jajaran terkait. Kehadiran para pemimpin daerah ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dalam memajukan komoditas unggulan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kerinci H. Murison menyampaikan bahwa kopi Kerinci bukan sekadar hasil pertanian biasa. Komoditas ini merupakan identitas, kebanggaan daerah, dan memiliki kualitas unggul yang berpotensi besar menembus pasar nasional maupun internasional. Melalui festival ini, pemerintah berharap semangat para petani terus meningkat untuk menghasilkan biji kopi terbaik.
Festival Panen Raya Kopi Robusta Tamiai 2026 tidak hanya berfokus pada prosesi unduh rasi panen. Kegiatan ini juga dikemas sebagai ruang edukasi, promosi budaya, serta wadah penguatan ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM kopi di Kabupaten Kerinci. Dengan mempertemukan petani, penggiat kopi, komunitas, dan pemangku kebijakan, acara ini sukses memperkuat ekosistem industri kopi dari hulu ke hilir.
Pemerintah daerah berharap festival seperti ini dapat terus terlaksana dan menjadi agenda tahunan. Target utamanya adalah memperkokoh posisi Kerinci sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Dengan mengangkat tema yang selaras dengan masa depan pertanian, kegiatan ini menjadi simbol harapan baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat Kerinci yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing global.(NSH)
Facebook comments