Jambi - Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengukuhkan 48 orang relawan Pengurus Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Wilayah Jambi Masa Bakti 2018-2022 dan membuka Seminar Nasional Jambi Menuju "SMART PROVINCE" di Era Industri 4.0 di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (25/2).
Pada pengukuhan tersebut, Fachrori Umar berharap serta berpesan agar Relawan Teknologi Informasi Komunikasi (RTIK) turut memangun daerah dan negara melalui pemberian informasi yang edukatif kepada masyarakat, serta dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan juga pemerintah.
"Relawan TIK dapat memberikan sumbangsih mempermudah pelayanan kepada masyarakat dari sisi teknologi informasi. Selain memberikan edukasi tentang berbagai hal terkait dengan teknologi informasi, ke depan, Relawan TIK diharapkan ikut membantu Pemerintah Provinsi Jambi dalam membangun e-government dan juga pelayanan berbasis teknologi informasi, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih cepat,” harap Fachrori.
Fachrori mengatakan, relawan TIK merupakan sekelompok orang yang mengerti dan displin dalam ilmu komunikasi maupun sistem informasi. "Tugas kita di sini ikut bersama pemerintah memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat akan dampak dan kemajuan globalisasi dan perubahan teknologi yang sangat cepat. Pengetahuan TIK merupakan persyaratan mutlak dalam era pembangunan saat ini," kata Fachrori.
Lebih lanjut, Fachrori mengemukakan, salah satu kekuatan negara-negara maju adalah teknologi informasi sebagai alat publikasi dan informasi untuk mendorong percepatan pembangunan.
"Kita harus memacu kebijakan pembangunan dalam upaya memperkuat kemampuan sumber daya manusia yang berdaya saing, terutama dalam pemanfaatan teknologi dan informatika serta mendorong Provinsi Jambi menuju Smart Province Era Revolusi Industri 4.0," ungkap Fachrori.
Fachrori menekankan, relawan TIK harus melibatkan generai muda sebagai mitra pemerintah membangun intelektualitas kemajuan teknologi informasi yang berpengaruh besar terhadap perkembangan jiwa dan karakter genersi penerus bangsa.
"Dengan dukungan pemerintah akan dapat bersaing secara kompetitif dengan provinsi lain, agar kualitas sumber daya manusia produktif dalam memacu pembangunan daerah tercinta dapat terwujud," pungkas Fachrori.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Slamet Santoso menyatakan, sebentar lagi masyarakat Indonesia dapat menggunakan internet dengan kecepatan tinggi.
"Jadi saat ini penggunaan teknologi informasi sudah menjadi keniscayaan," ujar Slamet.
Menurutnya, guna mengantisipasi berita hoaks, RTIK merasa terpanggil untuk mengajak masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial.
"Kita memerlukan semua pihak untuk mendukung memerangi yang namanya hoaks, untuk itu kita perlukan informasi yang jelas, generasi muda inilah nantinya yang akan meluruskan berita yang tidak jelas," ucapnya.
Kemudian, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Nurachmat Herlambang menyampaikan, RTIK merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang bersifat independen atau mandiri yang berdasarkan pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan atau ilmu di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
"Relawan TIK Indonesia telah dirintis sejak tanggal 9 Desember 2018 yang anggotanya terdiri dari perguruan tinggi dan masyarakat yang peduli dengan informasi dan komunikasi, diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mewujudkan visi masyarakat Informasi Indonesia," jelasnya.
“Pengukuhan ini dihadiri mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang berada di Jambi dan masyarakat, berjumlah lebih kurang 400 orang, sekaligus dilanjutkan dengan seminar dengan tema "Jambi Menuju Smart Province di Era Industri 4.0,” tambah Nurachmat. (Wn/hms).
Facebook comments