Skip to main content

Tenggelamnya Inlet Danau Kerinci, Konstruksi Gagal Total “Buat Geleng Kepala”

Tenggelamnya Inlet Danau Kerinci, Konstruksi Gagal Total “Buat Geleng Kepala”
Tenggelamnya Inlet Danau Kerinci, Konstruksi Gagal Total “Buat Geleng Kepala”

Kerinci - DELIMAN Ketua Umum LSM GAPELNAS di dalam usulan 2016 dengan lanjutan 2021 dengan poin usulan penanganan banjir akibat terjadinya luapan air danau Kerinci dan air sungai batang Merao ke permukiman penduduk yang ada di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh dengan di tembusan surat usulan tersebut kepada pihak terjait diantaranya Gubernur Jambi, BWS VI Prov, Jambi, Bupati Kerinci dan Wali Kota Sungai Penuh.

Saat ini pembangunan INLET Pada muara sungai batang Merao telah tenggelam dan sehingga tidak terlihat lagi kegiatan yg di kerjakan pada 2022 kemaren, diduka kuat pelaksanaan pekerjaan pembangunan INLET tersebut cacat akan perencanaan dan rencana yang ditentukan tidak matang alias asal asalan sehingga INLET yang di bangun berdampak buruk terhadap kelancaran air pada aliran sungai batang merao.

Dengan demikian diduga kuat pihak BWS telah mengabaikan AKIBAT yang timbul terhadap permukiman penduduk dan kenyamanan warga masyarakat Kerinci dan kota sungai penuh. Anggaran yg di kucurkan pada pekerjaan INLET danau Kerinci di duga tidak efesien dan terindikasi menghamburkan uang Negara.

Menurut DPD BRAJO SAKTI Abdul Khapis mengatakan  dinas terkait, termasuk Kasatker, PPK tidak memperhatikan spek teknis dengan benar, sehingga INLET Danau Kerinci tenggelam di perairan, hal ini sangat cocok untuk di Usut dugaan korupsi berjamaah di Balai Sumatera VI yang saat di  kelola oleh safan Yoyong .

“kita minta  APH usut tuntas pekerjaan Inlet danau kerinci Jambi yang telah menelan anggaran miliaran dan tidak tepat sasaran untuk digunakan dan juga minta Instansi terkait yang ikut ambil handel di dalam pembangunan INLET DANAU kerinci tersebut,” ujarnya.

Sebagai informasi, pengerjaan proyek pembangunan Inlet normalisasi Danau Kerinci dan proyek Embung oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi dengan menggunakan dana APBN tahun 2022 sebesar Rp 17 Milliar menjadi sorotan masyarakat.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Bangun Yodya Persada selaku pemenang kontrak itu diduga banyak kejanggalan dan dikerjakan asal jadi. (hps)

Facebook comments