Jambi - Walikota Jambi, Dr.H. Syarif Fasha menjadi narasumber pada Seminar Hasil Pengabdian Masyarakat 2017, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang diselenggarakan dari tanggal 12-13 Januari 2018 di salah satu hotel di Kota Jambi.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor IPDN, Prof.Dr. Ermaya Suradinata, jajaran pejabat utama IPDN, diantaranya Pembantu Rektor I, Prof.Dr. Khasan Effendy, Pembantu Rektor II, Dr. Dety mulyati, Kepala LPM IPDN, Dr.H. Bayi Priyono, Kepala Lembaga Penelitian IPDN, Prof.Dr. Wirman syafri, Dr.Hj. Diah Anggraeni, para Direktur IPDN Kampus Daerah seluruh Indonesia, Oponen Utama serta Guru Besar IPDN.
Juga dihadiri 12 Pemkab pengabdian LPM IPDN, yakni Sekda Kota Palu, Asisten dan Camat Kota Balikpapan, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Mamasa, Kabupaten Natuna, Kabupaten Supiori, Kabupaten Roti Ndao, Kota Palu, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Trenggalek, Kota Ternate.
Kepala LPM IPDN yang juga Ketua Panitia, Bayi Priyono menjelaskan, bahwa Kota Jambi memang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan seminar hasil pengabdian masyarakat. Karena Kota Jambi dinilai memiliki role model yang tepat bagi pelaksanaan pengabdian masyarakat IPDN, yaitu Bangkit Berdaya dan Kampung Bantar.
Pada hari terakhir seminar, seluruh peserta seminar meninjau langsung Kelurahan Penyengat Rendah, sebagai salah satu lokus acak percontohan program Bangkit Berdaya dan Kampung Bantar di Kota Jambi.
Seminar juga diisi dengan diskusi panel, yang disampaikan oleh tokoh penting, antara lain Rektor/Gubernur IPDN Prof Dr.H. Ermaya Suradinata, Dr.Hj. Diah Anggraeni, Drs.H. Mukhlis, (Sesditjen PPMD Kemendes PDT) dan Walikota Jambi, Dr.H. Syarif Fasha.
Walikota Fasha diberi kehormatan pertama kali menyampaikan paparannya berjudul Smart City dan Peningkatan PAD Kota Jambi. “Di Kota Jambi, konsep smart city tidak selalu berbicara tentang internet, namun kita berbicara tentang bagaimana ‘Kota Pintar‘ semestinya. Di awal kepemimpinan sebagai kepala daerah, kami mengoptimalkan kekuatan besar, yaitu partisipasi masyarakat dalam membantu pemerintah membangun Kota Jambi,” jelasnya.
Salah satunya Bangkit Berdaya dan Kampung Bantar yang telah mendunia dan diakui internasional. Inovasi tersebut terbukti efektif mengakselerasi pembangunan di tengah keterbatasan dana pembangunan. Tahun ke-3 dan ke-4 baru kami fokus membangun teknologi Smart City, melalui berbagai aplikasi pelayanan publik,” jelas Fasha.
Dikatakan Fasha, dengan adanya strategi tersebut target pembangunan Kota Jambi yang tertuang dalam RPJMD selama 5 tahun, dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu tiga tahun. Tepat kiranya visi “Kota Jambi 3 Tahun Bangkit” dapat dilaksanakan dengan efektif olehnya.
Dalam acara itu, apresiasi pun turut disampaikan Rektor IPDN, Prof. Ermaya. Sebagai salah seorang pencetus konsep “Revolusi Mental” ala Presiden Jokowi, dia menyebut Walikota Fasha sebagai seorang tokoh yang berhasil sebagai seorang pemimpin.
“Walikota Jambi melaksanakan kepemimpinan berdasarkan pengalaman dalam keterbatasan menjadi pembangunan yang maksimal. Beliau mengeluarkan dalil konsulat premis “Bangkit Berdaya” yang dianalisa menggunakan ASOCA (Ability, Strength, Opportunity, Culture dan Agility).
Model yang diciptakan Fasha dapat dipakai untuk seluruh Indonesia sesuai karakter masing-masing. Saya lihat model ini bukan hanya untuk di Jambi, bahkan seluruh Indonesia bisa digunakan model beliau,” tegas Ermaya.
Rektor IPDN menambahkan, semangat untuk terus belajar dan tidak berpuas diri akan pengetahuan, terus ditunjukkan oleh Walikota Fasha sebagai seorang pemimpin.
“Yang buat saya bangga adalah beliau selalu ingin terus belajar. Sebagai pemimpin harus banyak belajar. Banyak kegagalan pemimpin, jika sudah menjadi memimpin tidak mau belajar lagi. Walikota Jambi sudah jadi pemimpin bahkan sudah bergelar doktor, namun masih ingin belajar terus. Wujud nyata yang perlu dicontoh pemimpin lain,” kata Gubernur IPDN. (***/Bn)
Facebook comments