Kerinci – Kegiatan restocking atau penebaran kembali bibit ikan semah di Danau Kerinci pada Kamis (22/10), yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Kerinci 2026, diwarnai sorotan tajam dari masyarakat dan aktivis lingkungan.
Sekretaris Jenderal LSM Brajo Sakti, Kamra Hadi, mengecam keras Manajer PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) Batang Merangin, Aslori, yang memilih absen dalam acara penting tersebut. Ketidakhadiran Aslori di pandang masyarakat sebagai bentuk lepas tanggung jawab, bahkan dituding sebagai dalang dari sekelumit permasalahan lingkungan yang terjadi di air danau belakangan ini. Alih-alih hadir langsung, Aslori justru hanya mengutus stafnya untuk mengikuti prosesi penebaran benih ikan.
Padahal, acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si. Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa Festival Budaya Kerinci bukan hanya menjadi momentum untuk merayakan kekayaan budaya, tetapi juga mengajak seluruh masyarakat menjaga kekayaan alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha awalnya diharapkan menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian ikan semah dan ekosistem Danau Kerinci. Namun, ketidakhadiran petinggi PT KMH ini dinilai mencederai semangat kolaborasi tersebut. “Lestarikan budaya, rawat alam, wariskan kekayaan Kerinci untuk masa depan!” tegas Bupati Monadi di akhir penyampaiannya.(Hps)
Facebook comments