Jambi- Berkaitan dengan perayaan May Day (Hari Buruh Internasional) di kantor Gubernur Jambi, Kota Jambi, sedikitnya 100 orang buruh terdampak Covid-19 di Kota Jambi mendapatkan bantuan paket kebutuhan pokok, Jumat (1/5).
Bantuan kebutuhan pokok tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan buruh disaksikan Kordinator Wilayah (Korwil) Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Provinsi Jambi, Roida Pane dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Jambi, Bahari.
Gubernur Jambi, Fachrori Umar pada kesempatan tersebut mengatakan, pihak SBSI Provinsi Jambi, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi sepakat mengisi hari buruh internasional dengan aksi solidaritas sosial di tengah pandemi corona. Aksi solidaritas sosial tersebut ditandai dengan pembagian paket kebutuhan pokok beras, gula dan minyak goreng kepada ratusan buruh yang terkena dampak pandemi corona.
“Kami lebih mengutamakan aksi sosial melalui pemberian bantuan kebutuhan pokok kepada buruh terdampak corona. Bantuan paket kebutuhan pokok tersebut dihimpun dari para pengusaha dan dari Pemprov Jambi,”katanya.
Fachrori Umar mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi yang besar kepada buruh karena telah mengikuti imbauan pemerintah tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan corona. Para buruh di Jambi yang selama ini memperingati hari buruh internasional dengan unjuk rasa, kali ini mereka rayakan dengan bakti sosial.
Dijelaskan, jumlah buruh yang berhenti bekerja terdampak pandemi corona di Jambi hingga Kamis (30/4) mencapai 4.375 orang. Sekitar 4.356 orang buruh dirumahkan dan 19 orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Kami meminta para buruh korban pandemi corona segera mendaftarkan diri mengikuti program Kartu Prakerja. Pendaftaran peserta Kartu Prakerja bisa dilakukan ke kantor Disnakertrans Provinsi Jambi dan secara online,”katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Hari Buruh Internasional Provinsi Jambi yang juga Ketua Korwil SBSI Provinsi Jambi, Roida Pane pada lkesempatan tersebut mengatakan, kaum buruh di Jambi meminta pemerintah mengkaji kembali Undang-Undang ((UU) Cipta Kerja.
Selain itu, lanjut Rida Pane, pemerintah juga diharapkan memberikan perhatian serius terhadap kaum buruh di daerah yang terdampak corona. Selain memberikan program Kartu Prakerja, memasuki bulan Ramadan ini, kaum buruh korban pandemi corona di Jambi sangat membutuhkan paket kebutuhan pokok seperti yang dibagikan di kantor Gubernur Jambi ini.
"Dampak pandemi corona terhadap buruh saat ini cukup berat. Ribuan buruh di Jambi dirumahkan dan bahkan ada yang kena PHK. Kaum buruh tidak bisa berbuat banyak karena perusahaan tempat mereka bekerja juga sulit bertahan di tengah pandemi virus corona. Untuk itu, kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah daerah agar terus membantu buruh korban corona,"katanya. (Adv)
Facebook comments