Sungai Penuh - Lebih kurang empat bulan krisis air bersih yang dialami warga di Kecamatan Pondok Tinggi, Sungai Penuh dan Sungai Bungkal mengalir tidak sempurna yang merupakan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Titra Khayangan Kota Sungai Penuh berbuntut pada permintaan agar Walikota Asyafri Jaya Bakri (AJB) mencopot Hamdani selaku Direktur PDAM, Kamis (12/9).
Hingga saat ini belum ada solusi bagi masyarakat yang telah mencakup tiga Kecamatan mengalami krisis air bersih termasuk dua kampus juga mengeluhkan pasokan Air yang tidak mengalir sehingga mahasiswa dan Civitas Akademika kesulitan untuk mendapat air bersih sehingga tidak bisa untuk buang air kecil dan besar di toilet yang ada di kampus, bahkan untuk berwudhu dalam menjalankan Sholat tidak ada air.
Salah satu warga Pondok Tingg Jamaludini, ketika ditemui mengatakan bahwa krisis air bersih baru kali ini terjadi di Kota Sungai Penuh, sebelum berpisah dengan Kabupaten Kerinci PDAM Tirta Sakti, waktu itu tidak pernah mengalami krisis air bersih. Padahal di tiga kecamatan ini merupakan penyuplai air bersih untuk wilayah Kota Sungai Penuh.
“Ya tiga kecamatan ini Pondok Tinggi, Sungai Penuh dan Sungai Bungkal merupakan penyuplai air untuk Kota Sungai Penuh, anehnya justru di tiga kecamatan ini mengalami krisis air bersih," kata Jamaludin
Zulkarnain tokoh masyarakat Kota Sungai Penuh ketika dikonfirmasi mengatakan mempertanyakan kinerja Hamdani selaku Direktur PDAM Tirta Khayangan yang hingga kini belum juga mampu untuk mengatasi krisis air bersih di tiga kecamatan.
"Patut dipertanyakan kinerja Hamdani selaku Direktur PDAM Tirta Khayangan yang hingga kini belum juga mampu untuk mengatasi krisis air bersih, di tiga kecamatan ini sangat mengeluhkan pasokan air bersih yang mengalami krisis,” ungkap Zulkarnain.
Terkait krisis air tersebut, ia meminta kepada AJB untuk segera mencopot Direktur PDAM, yang menurutnya hingga saat ini belum mampu mengatasi krisis air bersih khususnya di tiga Kecamatan tersebut.
Hal senada disampaikan oleh aktivis senior Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Iksan Daraqthuni ketika diminta tanggapannya mengatakan, seharusnya pihak PDAM Tirta Khayangan mengutamakan pelayanan dan keluhan para konsumen untuk kinerja Direktur PDAM patut dipertanyakan dan dievaluasi.
"Seharusnya pihak PDAM mengutamakan pelayanan dan keluhan para konsumen, karena masyarakat tiap bulan bukannya sedikit uang harus dikeluarkan untuk membayar rekening PDAM. Tapi kenyataannya, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air, parahnya lagi dua hari ini air tidak mengalir sama sekali, kinerja Hamdani selaku Direktur PDAM Tirta Khayangan patut dipertanyakan dan dievaluasi, jika tidak mampu mengatasi masalah air di Kota Sungai penuh, lebih baik Walikota Sungai Penuh segera mencopot Hamdani dari jabatannya, tegasnya
Direktur PDAM Tirta Kayangan Hamdani, ketika dikonfirmasi pada Jumat (13/9) mengatakan, memasuki musim kemarau ini debit air baku mengalami penurunan.
"Memasuki musim kemarau debit air baku menurun drastis dari IPA Pelayang Raya dari kapasitas 140 turun menjadi 77 1/det. Air digilir dalam 3 shif, yang tidak sampai aliran disuplai dengan 2 mobil tangki direncanakan ada penambahan 1 unit armada tangki," terang Hamdani. (Khps)
Facebook comments