Kerinci - Sejumlah warga yang berada di wilayah Sitinjau Laut Tanah Coqok Danau Kerinci Kabupaten Kerinci, mengeluhkan dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak PLN sehari menjelang bulan Suci Ramadan 1444 Hijriyah.
Pasalnya, PT PLN (Persero) Wilayah Kerinci dan Sungai Penuh memadamkan lampu saat masyarakat saat menunaikan sahur dan sholat subuh di masjid. Bahkan, dalam satu hari sampai 3-5 kali mati lampu dalam beberapa hari terakhir ini.
Keluhan masyarakat muncul lantaran di saat aktivitas salat tarawih, berbuka puasa dan saat sahur listrik padam. Akibat pemadaman listrik dilakukan saat tarawih dan sahur, masyarakat melampiaskan kekecewaannya melalui media sosial (medsos).
Salah seorang netizen meluapkan kemarahanya dengan menulis, “Gila PLN katanya bulan Puasa nggak mati lampu”.
“Yang membuat kita heran.... kenapa setiap bulan ramadan PLN mematikan lampunya,” kata salah seorang netizen yang dikutip oleh media Viralpublik.com.
“Kami sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan, terutama pemadaman dilakukan saat masyarakat sedang melaksanakan makan sahur dan sholat subuh,” kata Yalpahri seorang warga tanah Coqok Kerinci, Kamis (23/3/2023)
Ia juga menyayangkan pemadaman dilakukan di bulan puasa, padahal sebelumnya PLN wilayah Kerinci dan sungai penuh sudah berjanji tidak akan ada pemadaman listrik.
“Kita harapkan pemerintah setempat untuk memanggil pihak PLN ULP Kerinci Sungai Penuh agar tidak melakukan pemadaman listrik selama bulan puasa, karena sangat mengganggu kenyamanan beribadah,”
“lampu sering mati pada saat aktivitas warga pada tanggal seharian kemudian tanggal (23/3/2023) dari jam 4 sampai selesai subuh,” tambahnya.
(Hps)
Facebook comments