Jambi - Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Standarisasi dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Provinsi Jambi, Putri Rainun mengatakan harga karet saat ini mengalami penurunan, yakni hingga mencapai harga Rp 6.600 merosot bersamaan dengan harga TBS sawit.
“Untuk saat ini harga karet turun dan kalau indikasi saat ini seharga Rp 6.600/kilo. Itupun harga karet tergantung dari K3-nya,” ujar Putri Rainun, Jumat (16/11).
Menurut Rainun, penyebab turunnya harga karet ini disebabkan banyak faktor, seperti persaingan pasar karet dunia dan menguatnya nilai rupiah.
Selain itu, agar bisa memperoleh harga dengan standar yang lebih baik pihaknya menghimbau, kepada para petani karet khususnya di Provinsi Jambi untuk meningkatkan kualitas karet bersih, dan menjual langsung ke pabrik tanpa melalui pengepul sehingga harga bisa lebih mahal.
“Kami selalu menghimbau dan mengingatkan kepada para petani khususnya di Provinsi Jambi untuk membuat bokar bersih, dan membentuk kelembagaan UPPB dengan menjual langsung ke pabrik,” ungkapnya.
Sebelumnya, untuk diketahui bahwa semenjak 4 tahun silam secara nasional harga karet berada dikisaran Rp 21.000/Kg. Pada bulan September Tahun 2018 menjadi Rp 5.000 dan di bulan Oktober harga karet dikalangan petani sempat naik dikisaran Rp 9.000 dan saat memasuki bulan November 2018 harga karet turun drastis berada dikisaran Rp 6.6000/kg. (Bn)
Facebook comments