Jambi - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi H. Fachrori Umar, M.Hum menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Awal Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi Tahun 2016-2021 pada paripurna DPRD Provinsi Jambi, Senin (28/5).
Pelaksanaan RPJMD tersebut telah berjalan selama dua tahun, pada perubahan yang dilakukan tetap dalam koridor pencapaian visi misi Jambi TUNTAS 2021. "Dibahas dan disepakati bersama, nanti dibuat nota kesepakatan kemudian akan kita ajukan kepada Mendagri," kata Fachrori Umar.
Dipaparkannya, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi sebesar 6,2%, inflasi 3,0%, persentase penduduk miskin 7,4%, indeks gini 0,30 %, dan indeks Williamson 0,37%.
Sedangkan mengenai visi misi, dengan meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih transparan, akuntabel dan partisipatif yang berorientasi pada pelayanan publik dengan mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan Indeks Kepuasan Masyarakat pada level A atau sangat baik.
Menurut Facrori, terkait visi misi meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang sehat, terdidik, berbudaya, agamis dan kesetaraan gender dengan pencapaian usia harapan hidup hingga 72 tahun, Angka Kematian Ibu sebesar 356 per seratus ribu kelahiran, Angka Kematian Bayi sebesar 32 per seribu kelahiran hidup, prevalensi kekurangan gizi pada anak balita sebesar 15 %, Indeks Pemberdayaan Gender sebesar 67,01 dan Hak Kekayaan Intelektual atas karya seni sebesar 70 HAKI.
Disamping itu menjaga situasi daerah yang kondusif, toleransi antar umat beragama dan kesadaran hukum masyarakat dengan pencapaian sasaran strategis misi ini pada tahun 2021 ditandai dengan Indeks Aspek Kebebasan Sipil sebesar 77,9 dan Indeks Aspek Lembaga Demokrasi sebesar 79,0.
Meningkatkan daya saing daerah melalui optimalisasi pembangunan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh penerapan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Inovasi (IPTEKIN) berwawasan lingkungan yang diharapkan pada tahun 2021 tercapai Total Factor Productivity (TFP) sebesar 1,5 meningkatkan luas lahan dengan Indeks Pertanaman 200 dan 300 masing-masing sebesar 7,2 %dan 8,4 % dibandingkan kondisi tahun 2015. (Bn)
Facebook comments