Kerinci - Krisis air bersih melanda ribuan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Sakti Kabupaten Kerinci. Sudah hampir sepekan terakhir, pasokan air bersih ke rumah-rumah warga mati total. Kondisi ini memicu gelombang kekecewaan mendalam dari masyarakat di tiga kecamatan terdampak, yakni Tanah Cogok (Tanco), Setinjau Laut, dan Danau Kerinci Barat.
Kelumpuhan total jaringan PDAM ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar paling krusial, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci. Hingga hari ini, belum ada kepastian dari pihak manajemen maupun Pemerintah Kabupaten Kerinci mengenai kapan layanan publik ini akan kembali normal.
Meski Perumda Tirta Sakti telah mengerahkan mobil tangki air, bantuan tersebut dinilai jauh dari kata cukup. Distribusi air tangki yang terbatas hanya mampu memenuhi kebutuhan minum warga, sementara kebutuhan operasional rumah tangga lainnya terbengkalai. Ditambah lagi, pembagian air tangki ini dilaporkan belum merata ke seluruh pelanggan.
Edi, salah seorang warga terdampak, meluapkan kekecewaannya atas lambatnya respons dari pihak terkait. Menurutnya, masyarakat selaku pelanggan yang taat membayar tagihan bulanan merasa sangat dirugikan atas pembiaran ini.
"Ini sudah hampir seminggu air PDAM mati total. Sampai sekarang belum ada kepastian kapan kembali hidup. Seharusnya manajemen PDAM dan Pemerintah Kabupaten Kerinci lebih sigap menangani persoalan ini. Kami merasa kecewa dan dirugikan," ujar Edi dengan nada kesal.
Warga kini mendesak Bupati Kerinci untuk segera turun tangan dan tidak menutup mata atas penderitaan rakyatnya. Mereka meminta Bupati tidak hanya duduk di balik meja menerima laporan formal, melainkan langsung meninjau instalasi pengambilan air (intake) di lapangan guna mengusut akar masalahnya.
"Kalau memang mesinnya rusak, segera diperbaiki atau diganti. Kalau memang harus membeli mesin baru, lakukan. Ini menyangkut kebutuhan ribuan masyarakat. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat persoalan yang berlarut-larut," tegas warga.
Publik juga mengkritik ketimpangan antara kewajiban membayar tagihan yang ketat dengan kualitas pelayanan yang terus merosot. Masyarakat menuntut transparansi penuh dari Pemkab Kerinci dan Perumda Tirta Sakti mengenai penyebab gangguan serta target waktu penyelesaian perbaikan.
Berdasarkan pantauan terakhir di lokasi intake Koto Petai, fasilitas tersebut tampak kosong tanpa aktivitas berarti. Sementara itu, Plt Dirut Perumda Tirta Sakti yang dikonfirmasi pada Minggu (1/11) pagi masih memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi. Sebelumnya, pihak internal sempat berdalih adanya kerusakan pada mesin pompa, namun setelah sepekan berlalu, janji perbaikan tersebut belum membuahkan hasil.(NSH)
Facebook comments