Sungai Penuh - Mesin ATM (Auto Teller Machine) Bank Negara Indonesia (BNI) menjadi topik hangat hingga akhir pekan ini. Ramai diperbincangkan publik di media soal maupun di WAG-WAG komunitas warga. Ada yang berdecak kagum kepercayaan dan keistimewaan yang diperoleh anak muda itu dari pihak perbankan.
Tak sedikit pula yang mencibir. Menganggap kurangnya kepekaan sosial pemerintah (mengingat BNI sebagai bank BUMN) terhadap kebanyakan masyarakat yang masih miskin. Ada pula yang sampai geram, menganggap peristiwa itu bukti pemerintah melakukan diskriminasi.
Yang berpendapat ini mungkin mengira hadiah mesin ATM BNI berikut isinya yang tidak akan habis-habis. Mungkin Juga lupa BNI adalah institusi bisnis biarpun historis dan namanya terkait negara.
Dalam konteks itulah, minggu Pemasangan mesin ATM perlu waktu. Harus memenuhi banyak persyaratan administratif. Maklum ini mesin uang yang sering diincar pelaku kejahatan. Perlu proses connecting dengan jaringan perbankan. Mesin ATM umumnya meskipun milik satu bank, tetapi bisa dipakai" mengakses untuk menarik uang (tabungan/rekening) dari bank lain.
Selain itu perlu persetujuan pemilik properti sekaligus untuk mengambil tanggung jawab pengoperasian mesin ATM. Belum lagi pemasangan fisik mesin ATM itu yang memerlukan kerja teknis tersendiri. Termasuk mencari posisi yang tepat, aksesnya dengan saluran listrik ke PLN dan internet. Juga harus dipastikan aman dari begal.
Nyaris.... Hampir 2 Bulan kejadi pada tanggal 11 maret 22- pelaku pembobolan ATM di depan kampus IAIAN, tidak tertangkap. Sementara kepala bank BNI di konfirmasi kamis, menyampaikan bahwa pihaknya sedang menyerahkan kepada pihak berwajib. Terkait sampai sekarang belum aktif ATM, iya, kami lagi menunggu mesin datang dari pusat ucap ka bank BNI Cabang sungai penuh,
Sementara kasat reskream Edi Mardi di konfirmasi 3 hari sebelumnya, menyampaikan bahwa sekarang pihak polres masih dalam pengejaran, (hps).
Facebook comments