Kerinci - Sebanyak 174 keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) di Kabupaten Kerinci mengundurkan diri secara sukarela, karena mereka merasa perekonomiannya sudah membaik setelah memanfaatkan dengan baik bantuan dari pemerintah selama menjadi PKH. Kamis (12/9)
Berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Kerinci, tercatat pada hingga tahun 2019 ini tepatnya pada akhir Agustus terdapat 13000, 374 KPM PKH. Dari jumlah tersebut ada 174 KPM PKH yang mengundurkan diri secara sukarela atau exit mandiri karena secara ekonomi sudah mampu dan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.
Kepala Dinas Sosial Kerinci, Juanda mengatakan agar KPM PKH menjadi sejahtera karena setiap kelompok KPM PKH diberi pendampingan. Seperti mengadakan pertemuan kelompok rutin setiap minggu untuk memberikan edukasi dan mengoptimalkan bantuan PKH agar dapat dikelola dengan baik sebagai modal usaha.
“KPM PKH menjadi sejahtera karena setiap kelompok KPM PKH diberi pendampingan yang mengadakan pertemuan kelompok rutin setiap minggu untuk memberikan edukasi dan mengoptimalkan bantuan PKH agar dapat dikelola dengan baik sebagai modal usaha.” terang Juanda.
Setiap kelompok beranggotakan 2o orang, mendapat bantuan modal senilai 20 juta rupiah dari dirjen pemberdayaan fakir miskin, mereka diberi bantuan modal perkelompok untuk peningkatan dan pengembangan ekonomi dengan tujuan akhir anggota KPM PKH menjadi sejahtera sehingga mengundurkan diri atau exit mandiri.
Juanda berharap jumlah KPM PKH setiap tahunnya di Kerinci dapat terus berkurang karena semakin banyak yang keluar sukarela atau exit mandiri menandakan telah terjadi peningkatan perekonomian dan mengurangi angka keluarga pra sejahtera.
“Setiap tahunnya di Kerinci, jumlah KPM PKH dapat terus berkurang karena semakin banyak yang keluar sukarela atau exit mandiri, itu menandakan telah terjadi peningkatan perekonomian dan mengurangi angka keluarga pra sejahtera,” tutupnya. (khps)
Facebook comments