Kerinci - Sekda Kerinci Gusdinul Gazam, didampingi Kabag Hukum Zufran dan Kepala BPKAD H.Jarizal bersama dewan penasehat melakuakn sidak ke rumah sakit umum daerah mayjen A Thalib (RSUD MHT), Senin (16/9).
Didalam sidak tersebut, masih banyak ditemukan yang kurang baik di segi kedisiplinan, maupun kinerjanya, Direktur RSU MHT di anggap lambat menangani hal yang demikian, seperti di poli kebidanan, poli umum juga terdapat janggalnya seperti pengambilan surat keterangan sehat jasmani, yang seharusnya di cek betul pasien yang membutuhkan, dianggap lemahnya pengawasan dari pihak rumah sakit, maupun dari atasan sendiri (direkturnya) yang kurang control, ke bawah.
Sekda juga mengatakan, bahwa RSUD MHT masih kekurangan obat BPJS, sehingga pasien terpaksa membeli di luar.
Lebih lanjut, dari pantauan wartawan bersama dewan pengawas, di poli fisioterapi yang pada tahun 2018 masih diberlakukan BPJS namun pada tahun 2019, untuk pasien pemilik BPJS harus membayar hal ini dampak pada rumah sakit, tentunya sudah menjadi tanggung tawal rumah sakit terutamwa direktur IWAN dalam segala bentuk yang terjadi di pihak RSUD MHT.
Terpisah dari itu, salah satu pasien dari pulau tengah juga mengeluh dan meminta wartawan untuk disampaikan kepada Direktur agar cepat mengambil sikap. Diketahui, terdapat pasien yang mau operasi tumor di kakinya mendadak mendatangi direktur Iwan, ia minta persetujuan untuk operasi. Namun hasilnya sia-sia saja. Dengan santai Direktur Iwan.S menjawab, “kembali besok kita cek,”. Dengan wajah kesal, pasien dari pulau tengah keluar dari ruangan direktur dengan muka marah.
Tidak hanya itu, juga kedapatan pasien yang datang dari tanco yang pemakai askes merasakan keluhan. Dikarenakan masih ada obat yang kurang, terkadang obat tersebut dibeli di apotik yang harganya relatif lebih mahal dan uangnya tidak bisa di ganti, “iyo saya pake askes tapi obat masih beli diluar.,lebih mahal lagi,” katanya. (khps)
Facebook comments