Sungai Penuh - Akibat parkir liar puluhan kendaraan roda 2 dan 4 wali murid dan guru di sepanjang badan jalan TK Al Madani Sungai Penuh menimbulkan kemacetan dikeluhkan seorang pengendara yang melintasi.
Dari pantauan media, puluhan kendaraan itu terparkir di sepanjang jalur tersebut hingga menutupi memakan badan jalan dan trotoar.
Ironisnya, para pemilik kendaraan tersebut memarkirkan motor dan mobilnya hingga tiga baris memanjang dan memakan badan jalan sehingga menciptakan kemacetan di jalur tersebut.
Kondisi itu diketahui telah berlangsung lama, personil Satlantas Polres Kerinci dan Dishub serta Satpol-PP Kota sungai penuh diharapkan segera bertindak melakukan penertiban agar kondisi tersebut tidak berlarut serta terkesan dibiarkan.
Salah seorang pengendara asal Tanah Kampung Sungai Penuh menyampaikan keluhannya terhadap kondisi tersebut. Ia meminta aparat Kepolisian Resort Kerinci segera melakukan tindakan atas kemacetan yang disebabkan oleh parkir liar.
"Seyogyanya TK Al Madani harus mempunyai Lahan Parkir khusus untuk guru dan wali murid sehingga tidak mengganggu ketertiban umum dan secara aturan sudah menyalahi undang-undang tertib lalulintas dan pengguna jalan Umum," ungkap salah seorang pengendara.
Sementara Kepala Sekolah (Kepsek) TK Al Madani ketika konfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (7/10) menjelaskan bahwa kendaraan yang terparkir setiap pagi di Jl Yos Sudarso merupakan milik orang tua wali murid TK Al Madani.
“Ini mobil-mobil punya orang tua anak-anak TK, memang ada yang kadang cuma nganterin ada juga yang nungguin. Ya kalau setiap pagi selalu begini, sampai jam 10-11," jelas Kepsek.
Terkait trotoar dijadikan lahan parkir dan jualan, Kepsek mengarahkan minta konfirmasi dengan ketua Yayasan.
"Langsung saja ke ketua yayasan," singkatnya.
Sementara Ketua Yayasan, Ibu Syam saat dikonfirmasi malah lempar tanggung jawab kepada pihak pengawasan.(Hps)
Facebook comments