Bengkulu - Dalam acara Forum Koordinasi Pengembangan Ekonomi Daerah Provinsi Bengkulu, Selasa (29/08/2017) yang gelar di Hotel Santika. Kepala perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Endang Kurnia mengatakan, untuk pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2017 diprediksi akan lebih rendah dibanding tahun 2016.
"Di Provinsi Bengkulu perekonomiannya mengalami perlambatan, hal ini karena belum didukungnya perbaikan daya beli masyarakat, serta rendahnya serapan APBD," ujar Endang Kurniawan Kepala perwakilan BI Bengkulu.
Kemudian, dalam hal ini Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menilai untuk perkembangan ekonomi di Bengkulu dapat dilihat dari dua sisi.
"Yang pertama dari sisi infrastruktur strategis, yaitu fungsikan bandara dan pelabuhan dengan baik, kemudian fasilitas di setiap Kabupaten dan Kota. Sedangkan yang Kedua, dari sisi gerakkan komoditas daerah, yakni komoditas seperti Kopi, CPU dan Batubara yang akan membangkitkan industri kreatif. Ada juga kain besurek, jeruk Kalamansi, pisang Kepahiang dan Curup, itu komoditas yang luar biasa," ujar Rohidin.
"Ini harus dikembangkan untuk menjadi kedudukan ekonomi, sehingga nantinya akan menggerakkan pendapatan masyarakat," jelas Rohidin.
Sebelumnya, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, di Bengkulu ini sangat banyak destinasi wisata yang bisa dikembangkan.
"Ini belum bicara internasional, untuk fasilitas kenyamanan orang dalam berwisata juga harus diperhatikan, kalau itu bisa terwujud maka perkembangan ekonomi di Bengkulu kedepan akan terealisasi dengan maksimal," ujar Rohidin Mersyah selaku Plt Gubernur Bengkulu. (BN)
Facebook comments