Kerinci - Baru - baru Ini Viral di Medsos salah satu warga Kerinci yang kritis di Puskesmas Pembantu Tamiai terpaksa di rujuk Ke RSUDMHAT Sungai Penuh, dikarenakan obat tidak tersedia di pustu Tamiai. Hal ini membuat keluarga pasien geram terhadap dokter yang menanganinya sedang dalam kondisikritis.
Informasi yang didapat dari keluaga pasien bahwasanya obat tersebut tidak di tanggung oleh BPJS dan pihak peskesmas sudah memberitahu ke keluarga pasien.
Menanggapi Hal tersebut, Kadis Kesehatan Kerinci melalui SKM SERIGAR menjelaskan bahwa apabila obat tidak tersedia di Rumah Sakit, maka Terdapat dua opsi, yaitu Rumah Sakit Melakukan pengadaan atau pasien Dapat membeli di luar dan nanti akan diberikan penggantian biaya atau reimburse Oleh pihak Rumah Sakit.
"Jika tidak ada stok obat yang tersedia, maka pihak rumah Sakit akan melakukan pengadaan dari farmasi. namun demikian, jika masih juga tidak tersedia, maka pasien bisa membeli obat di Luar dan pihak Rumah Sakit akan memberikan reimburse Sesuai dengan bukti pembayaran yang ada," terang Serigar
Namun pihak keluarga kesal dengan cara yang demikian seharusnya pihak puskesmas menyelamatkan pasien terlebih dahulu dengan tindakan malah jual obat terlebih dahulu.
Serigar menjelaskan bahwa hal ini kerap terjadi karena minimnya alat yang dimiliki Rumah Sakit Umum Pusat Leimena dalam Mengidentifikasi pasien BPJS dengan kartu BPJS yang digunakan.
"Salah satu kendala yang kami hadapi adalah sulitnya memastikan bahwa pasien BPJS memang sesuai dengan kartu BPJS yang digunakan. Disini kami hanya mencocokkan dari fisik (muka) saja, namun terkadang memang mirip. Selain itu, tidak tersedia juga fingerprint untuk Memastikan kecocokkan," jelas Serigar
Menanggapi hal tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Brajo sakti akan melayangkang surat Pj bupati melalui Dinas kesehatan untuk di klasifikasi, supaya hal ini tidak kerap terjadi lagi kepada pasien yang memakai kartu BPJS. (HPS)
Facebook comments