Kerinci – Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci mencatat lonjakan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di sejumlah desa dan kecamatan. Salah satu wilayah yang mengalami peningkatan cukup tajam sepanjang Oktober 2026 adalah Desa Koto Petai, Kecamatan Tanah Cogok. Tercatat sedikitnya 10 warga terkonfirmasi positif DBD dan sebagian di antaranya harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum.
Kepala Puskesmas Danau Kerinci, Salimah, membenarkan adanya lonjakan kasus tersebut saat dihubungi oleh wartawan pada Senin (12/10).
"Iya, kami sudah menerima laporan langsung dari masyarakat Desa Koto Petai mengenai dugaan kuat penyebaran penyakit DBD. Untuk langkah tindak lanjut yang cepat, saat ini kami sedang melaporkan data tersebut ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci," ujar Salimah.
Ia menjelaskan bahwa lonjakan kasus DBD kali ini dipicu oleh faktor cuaca. Memasuki musim penghujan, terjadi peningkatan volume genangan air di sekitar pemukiman warga yang menjadi lokasi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
"Kami mengimbau keras seluruh warga untuk lebih rutin menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri. Minimal, kuraslah tempat penampungan air seminggu sekali," tambahnya.
Merespons situasi yang kian mengkhawatirkan ini, pihak Pemerintah Desa Koto Petai meminta Dinas Kesehatan segera menurunkan tim fogging (pengasapan) ke area pemukiman yang kini dikategorikan sebagai zona merah. Selain itu, perangkat desa mengajak warga untuk serentak melakukan gotong royong massal dalam program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci melalui perwakilan stafnya, mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk mengenali gejala awal DBD agar penanganan tidak terlambat. Gejala yang patut diwaspadai meliputi demam tinggi mendadak selama 2 hingga 7 hari, sakit kepala hebat, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta munculnya bintik-bintik merah pada permukaan kulit.
Dinas Kesehatan juga menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui gerakan 3M Plus, yaitu:
1. Menguras tempat penampungan air secara berkala.
2. Menutup rapat semua wadah air yang berpotensi menjadi tempat nyamuk bertelur.
3. Mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Langkah Plus yang direkomendasikan mencakup penaburan bubuk abate secara teratur, menggunakan kelambu atau obat nyamuk saat tidur, serta aktif memantau keberadaan jentik nyamuk di lingkungan rumah. Warga diminta untuk segera memeriksakan diri atau keluarga ke Puskesmas terdekat apabila mengalami demam yang tidak kunjung turun lebih dari 2 hari.(Hps)
Facebook comments