Sungai Penuh – Walikota Sungai Penuh, Alfin didampingi Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Ny. Sri Kartini Alfin, menghadiri Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh. Acara bertempat di Anjungan Utama Tanah Mendapo, Kota Sungai Penuh, pada Sabtu (04/7).
Kenduri Sko tahun ini mengusung tema "Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab". Tradisi sakral ini kembali berdenyut setelah vakum selama 19 tahun sejak terakhir dilaksanakan pada tahun 2007 silam.
Pelaksanaan Kenduri Sko lahir dari hasil musyawarah dan kehendak bersama anak batino serta anak jantan dari enam luhah di Kota Sungai Penuh. Langkah nyata ini diambil demi menjaga kelestarian adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam sambutannya, Walikota Alfin menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, pemangku adat, dan warga. Mereka dinilai sukses menghidupkan kembali tradisi Kenduri Sko yang sarat nilai luhur.
"Kenduri Sko bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi menjadi momentum mempererat persatuan, menjaga nilai-nilai adat, serta memperkuat identitas budaya masyarakat Kota Sungai Penuh. Semoga tradisi ini terus lestari dan menjadi kebanggaan bagi generasi mendatang," ujar Wali Kota Alfin.
Acara berlangsung khidmat sekaligus meriah di tengah antusiasme tinggi warga. Hadir pula Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Kerinci Monadi, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa beserta anggota, Wakil Walikota Sungai Penuh Azhar Hamzah, dan Wakil Bupati Kerinci Murison.
Kemeriahan juga disaksikan oleh unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Alpian, Rektor UNJA, Rektor IAIN Kerinci, jajaran staf ahli, asisten, kepala OPD, serta pimpinan BUMN/BUMD. Turut hadir Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris, Ketua GOW Mawarti Azhar, Ketua DWP Winda Rahayu, lembaga adat, ninik mamak, alim ulama, dan tokoh masyarakat setempat.(PROKOPIM)
Facebook comments