Sungai Penuh - Proyek pembangunan penahan tebing Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungai Penuh dengan anggaran Rp 8 miliar lebih, yang belum seumur jagung sudah rusak dan terlihat retak serta turunnya tanah timbunan pondasi.
Pemerintah Kota Sungai Penuh menggelontorkan dana melalui APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) tahun anggaran 2020 untuk membangun Penahan tebing di beberapa lokasi dengan anggaran Rp + 8 miliar lebih.
Untuk pembangunan penahan tebing di Sungai Batang Bungkal, kecamatan Sungai Penuh dengan pagu Anggaran Rp1.618.252.000,- yang dikerjakan CV.suar Perkasa dengan lokasi di Belakang masjid Baiturrahman Kota Sungai Penuh.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, Sabtu (14/8), nampak sebagian dinding sudah mengalami retak dan tanah mulai turun.
Salah satu jama,ah masjid Baiturrahman mengatakan sangat khawatir sewaktu-waktu terjadi tanah longsor karena kondisi penahan tebingnya sudah banyak yang retak sehingga jika terjadi banjir WC dan tempat Wudhu bisa hanyut di bawa arus.
Kadis BPBD Kota Sungai Penuh, Abrar Dani ketika di konfirmasi melalui telepon seluler mengakui dirinya tidak tahu dan tidak memiliki kewenangan atas proyek tersebut.
Sedangkan Kabid BPBD Kota Sungai Penuh, Sayindra ketika dihubungi berjanji akan segera menyampaikan permasalahan tersebut kepada PPTK untuk segera diperbaiki.
Ketua LSM Brajo Sakti, Khapis akan segera membuat laporan terkait kelalaian dari pihak BPBD Sungai Penuh dan diduga menerima Fee proyek tersebut. Karena tidak ada perbaikian walaupun sudah berulang kali diberitakan. (Kphs)
Facebook comments