Jakarta - Gubernur Jambi, H. Zumi Zola, menghadiri Rapat Kerja Gubernur Seluruh Indonesia dalam rangka Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah dalam Penanganan Radikalisme, Terorisme dan Bencana, bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (7/2).
Dalam rapat kerja (Raker) yang dibuka oleh Menko Bidang Politik Hukum dan Keamanan RI, Gubernur Zola didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jambi dan pejabat teras lainnya mengikuti raker tersebut bersama Mendagri Tjahjo Kumolo.
Sekda Provinsi Jambi, Drs. H. M.Dianto pada raker tersebut menjelaskan, dalam rangka optimalisasi peran pemerintah daerah dalam penanganan radikalisme, terorisme dan bencana, Kementerian Dalam Negeri mengumpulkan gubernur seluruh Indonesia, Sekda, Kepala Kesbangpol, dan Kepala BPBD untuk mengantisipasi dan menangkal terorisme di daerah.
Serta mensinkronkan tugas dan fungsi dalam penanggulangan kejadian bencana antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, camat, bahkan sampai ke Desa.
Dikatakan Sekda, baik dalam radikalisme, terorisme, dan bencana, yang paling diutamakan adalah upaya preventif, pencegahan, antisipasi.
“Sesuai dengan arahan menteri, kita harus waspada sedini mukin, baik itu bencana alam maupun masuknya terorisme atau ajaran-ajaran yang sudah tidak sesuai lagi dengan tuntunan agama dan Pancasila, perlu diwaspadai," ujar Sekda.
Baru-baru ini di Jambi ditemukan jaringan terorisme, sebagai antisipasi, sesuai petunjuk Mendagri, Gubernur, Bupati/Walikota sampai camat dan kepala desa harus mewaspadai gerakan-gerakan yang bisa merusak dan memecah belah kita semua.
“Kita harus mewaspadai secepatnya agar dapat diatasi. Selain itu, kita juga mengantisipasi masuknya pengaruh radikalisme atau terorisme. Untuk itu, diperlukan tindakan nyata dan bantuan seluruh elemen masyarakat," tegas Sekda.
Sebelumnya, dalam pembukaan raker, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia, Wiranto menyatakan, Indonesia merupakan negara yang begitu besar, mempunyai sumber daya alam yang berlimpah ruah, serta budaya beraneka ragam. (hms/Bn)
Facebook comments