Kerinci – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Brajo Sakti secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci untuk segera mengambil tindakan konkret terkait perlindungan kesehatan masyarakat. LSM Brajo Sakti mendesak pemerintah mengeluarkan surat edaran resmi mengenai kebijakan meliburkan atau mengalihkan proses belajar-mengajar bagi para pelajar dan mahasiswa ke rumah.
Langkah cepat ini dinilai mendesak seiring dengan kabut asap akibat kebakaran Hutan Dan lahan (Karhutla) yang semakin pekat menyelimuti wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Fenomena ini dipicu oleh maraknya titik api karhutla serta pergerakan arah angin yang membawa asap dari wilayah lain menuju kawasan dataran tinggi Kerinci.
Berdasarkan hasil pantauan lapangan yang dilakukan oleh LSM Brajo Sakti, kualitas udara saat ini terus memburuk. Kondisi kabut asap yang menyelimuti pemukiman warga dan jalur transportasi kini berada pada angka fluktuatif yang mengkhawatirkan.
Kondisi ini memicu ancaman serius bagi kesehatan warga, khususnya kelompok rentan seperti: Para Pelajar (siswa PAUD, SD, SMP hingga SMA), Mahasiswa, Masyarakat Umum yang beraktifitas di luar ruangan
Saat dikonfirmasi pada Jumat (11/9), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Isra, menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih memantau perkembangan situasi di lapangan.
"Hasil pantauan saat ini kondisi kabut berkisar antara 60 -100. Jika kondisi indeks sudah berada di atas 200, maka kabut asap masuk dalam kategori berbahaya," ujar Isra saat ditemui di ruang kerjanya.
Isra menambahkan, Dinas Pendidikan tidak bisa serta-merta meliburkan aktivitas sekolah tanpa adanya payung hukum atau koordinasi dari pimpinan daerah. Pihaknya saat ini tengah menunggu surat edaran resmi dan perintah langsung dari Bupati Kerinci untuk mengambil keputusan terkait kebijakan meliburkan sekolah demi keselamatan para siswa.
Melihat birokrasi yang dinilai lamban, LSM Brajo Sakti mengingatkan agar Pemkab Kerinci tidak menunggu kondisi udara menyentuh level sangat berbahaya (di atas 200) baru mengambil tindakan. Langkah preventif seperti pembagian masker gratis dan edaran pembatasan aktivitas luar ruangan harus segera diterbitkan demi menjaga kesehatan generasi muda Kerinci.(hps)
Facebook comments