Sungai Penuh - Kenduri Sko merupakan kegiatan Ritual Adat terbesar yang dilakukan di Kota Sungai Penuh dan Kerinci pada umumnya, kegiatan ritual adat ini sudah menjadi tradisi turun-temurun yang harus dilestarikan, sesuai dengan pepatah adat yang mengatakan “adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah, adat yang tidak lapuk karena hujan, tidak lekang karena panas”.
Jika berbicara mengenai kenduri sko, maka yang menjadi fokus dan perhatian kita adalah suatu bentuk kepedulian dalam mensyukuri rahmat dan karunia yang telah dilimpahkan oleh Allah.SWT kepada kita semua, sebagaimana dikatakan di dalam petitih adat, pergi ke sawah padi lah menguning, pergi keladang jagung lah mengupih, pergi kepelakmentimun lah mengarang bungo, sedangkan anak negeri buriang hati.

Lah bulat air dek pembuluh, lah bulat kato dek mufakat, lah semupakat mako bajalan, ka ateh lah sepucuk bulat, ka bawah lah seurat tunggang, lah saciok bak ayam, lah sedencing bak besi, ngan bulat lah boleh digulingkan, ngan pipih lah boleh dilayangkan, mako seluruh anak jantan anak batino dalam wilayah Desa Tanjung Bunga Kecamatan Tanah Kampung mengadakan Kenduri Adat atau Kenduri Sko ini.
Harapan kita dengan adanya pelaksanaan kenduri adat setiap kurun waktu tertentu ini, akan mampu menggali nilai-nilai luhur budaya kita yang tidak hanya akan berguna bagi daerah ini saja akan tetapi juga memberi manfaat luas bahkan lebih dari itu, ia akan dapat menjelma menjadi sumbangan yang khas sifatnya bagi pengembangan dan pembangunan di Kota Sungai Penuh dan tak kalah pentingnya sebagai pelestarian serta pengenalan budaya dan adat istiadat kepada Generasi Muda kita, Minggu (11/9). (Hps)
Facebook comments