Kerinci - Setelah beberapa minggu di perbaiki lampu penerangan jalan umum (PJU) oleh tim Dishub kerinci yang di ketuai oleh juhari sebagai kabid sapras ,terbukti asal-asalandalam memperbaiki.
Diketahui, tim yang diturunkan tidak serius dalam menengani PJU. Dari sebelas PJU arah semerah kayu aro ambai hanya dua yang hidup, malahan satu tiang yang terletak di desa bungo tanjo sudah diambil buka, namun tidak di pasang kembali dan bola lampu sudah tidak ada lagi.
Gayatri selaku Sekretaris Dishup saat dikonfirmasi, Kamis (11/6) dini hari mengatakan, bahwa saya tidak tau persis masalah pju, itu yang ngurus bagian sapras pak juhari.
Untuk sementara ini, Juhari bagian teknis saat di hubungi tidak menjawab.
Informasi yang didapat, Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) telah melimpahkan untuk membangun lampu penerangan jalan umum yang di kelola oleh proyek dari dishub kerinci, Ia juga menyebut, program ini akan menjadi program andalan. Nantinya, kata dia, pihaknya akan terus menambah jumlah PJU
Sementara pada daerah sitlaut, tanco DNk PJU 50% hidup. Kata salah satu warga ,Edia Satria aktivis , bahwa akibat dari mati hidup PJU, sesuai dengan video bahwa instalasi PJU DISHUB salah/rusak.
Tim teknis Dishub kerinci, Juhari sudah memerintahkan bawahannya untuk mengechek lampu PJU yang mati, namun sia-sia belaka malam hari lampu masih ada yang tidak hidup. Anehnya, bahwa PJU yang di perbaiki tidak bisa mati 2 kali 24 jam.
Lebih lanjut kata salah satu warga tanco, bahwa di koto salak pun mati PJU dan ujung pasir, di bunga tanjung dari 11 titik PJU yang hidup normal cuman duo titik yang hidup, ini menunjukkan ketidak seriusnya tim survey Dishub.
Disamping itu, pakar pengamat PLN dan SUTT JHONTEK pada Viraljambi.com, mengatakan pemerintah sudah mendapat PAD setiap pln,10% PPJ, pajak penerangan jalan dari (PJU) penerangan jalan umum, sesuai UU 28 tahun 2009 tentang perpajakan daerah, seharusnya kata jhontek ada dana pemeliharaan rutin,
“Apalagi di duga kerinci sudah besar PPJ, sudah cukup tinggi 10% dari totallitas dari pembayar rekening perbulan,” kata salah satu pakar PLN JHONTEK. (khps)
Facebook comments