Sungai penuh - Masyarakat Sungai penuh mencuat adanya dana yang mebuzir kata salah satu anggota DPRD Kota Sungai Penuh. Hal ini, lantaran Sungai Penuh TV dinilai tak punya manfaat dan hanya menghabiskan dana daerah hingga ratusan juta rupiah per tahun.
Akhirnya dewan tidak akan lagi mengganggarkan untuk Sungai penuh TV di tahun 2023. Ini artinya SPTV sudah dipastikan tutup jika tidak ada lagi anggaran tersedia.
Anggota DPRD Kota Sungai Penuh yang juga politisi PKS kota Sungai Penuh, menjelaskan soal hal ini. Kata dia, soal SPTV ini dewan telah sepakat agar anggaran untuk Sungaipenuh TV tidak ada lagi dianggarkan mulai dari APBD-P dan juga di APBD murni 2023.
"Jika tidak ada disiapkan anggaran oleh dewan, tentu saja tidak bisa beroperasi lagi atau tutup," jelasnya.
Sementara, salah satu anggota DPRD Kota Sungai Penuh, dikonfirmasi soal SPTV, mengatakan bahwa anggaran saat ini dalam proses pembahasan.
Kata dia, ini tergantung dengan forum. Pihaknya akan lihat terhadap efektivitas anggaran semua SKPD.
"Apakah anggaran itu efektif atau tidak, sehingga perlu kita lihat sejauh mana kemanfaatan dari anggaran yang disiapkan, termasuk SPTV dan kegiatan lainnya," jelasnya.
Ditanya soal kalangan anggota dewan sudah ada kata sepakat bahwa tidak ada lagi anggaran untuk SPTV, politisi Demokrat Kota Sungai Penuh ini mengatakan sebagai pimpinan tentu menampung semua aspirasi dari anggota dewan.
"Ya benar, namun sebagai pimpinan klasemen kami akan tampung aspirasi itu, nanti kita akan ambil kata sepakat dengan melihat kepentingan yang lebih besar," katanya.
Disinggung soal berkas dewan pengawas yang sudah sampai di dewan, apakah tidak ada lagi proses selanjutnya? Fajran mengatakan semua lihat proses dulu.
"Kita tidak bisa mengklaim dulu," katanya.
Sementara soal berkas dewan pengawas SPTV, dia mengaku masih berada dimeja pimpinan dan belum diotak-atik. "Sudah di meja kita, belum kita otak-atik berkas dewan pengawas," terangnya. (Hps)
Facebook comments