Sungai Penuh – Wakil Walikota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menghadiri Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di Aula Kampus IAIN Kerinci, Jumat (19/06). Kegiatan ini melibatkan Bhabinkamtibmas, Camat, serta Kepala Desa se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Kastagaswil Densus 88 AT Polri Jambi Kombes Pol. Beri Diatra, S.I.K., M.H., Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., serta Dandim 0417/Kerinci. Hadir pula perwakilan Kejari Sungai Penuh, Pengadilan Agama Sungai Penuh, Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M., dan Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad, M.Si.
Sosialisasi ini digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan para pemangku kepentingan mengenai bahaya laten paham IRET. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif yang kuat untuk menjaga persatuan, toleransi, dan kerukunan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Azhar Hamzah menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mendukung upaya pencegahan IRET. Pemerintah daerah berfokus pada pendekatan edukatif, preventif, dan partisipatif guna memastikan situasi daerah tetap kondusif.
Azhar Hamzah menggarisbawahi bahwa pengawasan dan literasi media sosial menjadi pilar krusial saat ini. Ia meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh ujaran kebencian.
"Masyarakat harus cerdas bermedia sosial. Jangan mudah terhasut oleh narasi-narasi negatif yang sengaja dirancang untuk memecah belah kita," ujar Azhar.
Selain literasi digital, Wawako juga menyoroti pentingnya peran strategis tokoh agama dan tokoh adat. Mereka diharapkan mampu membimbing masyarakat melalui dakwah yang menyejukkan, pendidikan, serta penanaman nilai-nilai moderasi beragama.
Di akhir arahannya, Azhar Hamzah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk konsisten memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan. Penguatan nilai nasionalisme, gotong royong, dan semangat kebhinekaan harus dimulai dari tingkat desa.
"Kami berharap sosialisasi ini melahirkan kesadaran bersama untuk menangkal radikalisme. Mari kita jaga wilayah kita agar tetap aman, damai, dan kondusif," pungkasnya.(Prokopim/NSH)
Facebook comments