Sungai Penuh - Terkait dengan bantuan bedah rumah yang diperuntukkan masyarakat yang tidak mampu akhirnya dibatalkan. Hal ini yang di alami Agusman Buhan, warga Rt 06 Pasar Baru Kota Sungai Penuh yang sehari - hari bekerja sebagai penjual lontong.
Ia mengharap rumahnya di bantu, namun naas setelah di verifikasi ulang ke lokasi ternyata rumahnya sudah di rehab dengan dana pinjaman Bumdes sebesar 15 juta dengan angsuran cicilan perbulan dan meminta kepada dinas terkait untuk segera mengklaim namanya yang seyogyanya sudah masuk dalam kategori bedah rumah Kota Sungai Penuh.
“Kalau memang awak dak dapek, minta bahan dikembalikan untuk apo di tahan. Sayo berharap Pemkot lebih memperhatikan sasaran tepat guna bagi masyarakat yang butuh bantuan,” ujar Agusman Burhan.
Menurut Kepala Desa (Kades) Pasar Baru, David ketika dikonfirmasi membenarkan perihal tersebut.
“Seyogyanya survey pertama memang pak Agusman Burhan layak mendapat bantuan bedah rumah sebasar Rp.17,5 juta sekian, Namun apalah daya ketika di servey kembali rumah Agusman Burhan sudah bagus yang di rehab dengan biaya sendiri, lantas saya mengklaim bahwa pak Agusman Buhan tidak layak mendapat bantuan bedah rumah dan dialihkan ke yang berhak menerima,” terang David.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 13 tahun 2013 tentang perumahan, sangat jelas menegaskan bahwa Kriteria masyarakat yang layak dibantu dan menerima adalah KK yang rumahnya tidak layak huni. Kemudia Rumah Tangga yang belum mempunyai rumah, serta masyarakat yang kurang mampu
Sementara Kepala Dinas (Kadis) Perkim, Nasrul ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (6 /1) jam 11:45, mengatakan bahwa tidak mengetahui peihal tersebut, karena ini ada di bidang TFL dan tim survey.
“Untuk bedah rumah, saya memang tidak tahu hal ini, yang membidangi ada TFL dan Tim Surve,” ujar Nasrul.
Sementara untuk mempertanyakan permasalahan ini, Agusman Burhan minta bantuan kepada LSM LIRA Provinsi Jambi untuk menindaklanjuti bantuan bedah rumah yang diperuntukkan untuk masyarakat miskin yang tidak tepat sasaran.(khps)
Facebook comments