Sungai Penuh - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2018 atau yang dikenal Bedah Rumah di wilayah Desa Pasar Selatan Rt 06 Kecamatan Kota Sungai Penuh diduga kuat tidak tepat sasaran pantauan Viraljambi.com, Jumat (20/12).
Pada pelaksanaan Bantuan BSPS diduga tidak tepat sasaran karena bantuan tersebut banyak diterima oleh keluarga yang mampu. Hal ini dikatakan Yogi (58) salah satu warga Pasar Selatan kepada Viraljambi.
”Ya, bantuan BSPS di Desa kami Pasar Selatan banyak di terima keluarga yang mampu, padahal bantuan tersebut diperuntukkan kepada keluarga yang tidak mampu,” ungkap Yogi.
Di tempat yang sama salah satu warga yang enggan namanya ditulis, mengatakan bahwa bantuan diterima oleh kerabat pemdes.
“BSPS diduga diterima oleh orang dekat pemdes , dan kamipun sudah berulang kali mengajukan untuk mendapat bantuan BSPS, namun hingga sekarang tak kunjung dapat,” terangnya.
Direktur Eksekutif LSM Warta Sidik, Jhontek ketika dimintai tanggapannya mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 13 tahun 2013 tentang perumahan, sangat jelas menegaskan bahwa Kriteria masyarakat yang layak dibantu dan menerima adalah KK yang rumahnya tidak layak huni. Kemudia Rumah Tangga yang belum mempunyai rumah, serta masyarakat yang kurang mampu.
“Tapi kenyataan di lapangan, ada beberapa warga yang harusnya layak menerima namun tidak diberikan bantuan Bedah Rumah,” ujar Jhontek
Ia menambahkan, terkait hal tersebut ia mengharap kepada Instansi terkait dapat melakukan pengecek kembali agar program BSPS tepat sasaran dan menyentuh langsung kepada masyarakat yang tidak mampu.
Ibu Ramaya pada Senin(23/12) langsung menghadap Kepala Dinas Permukiman, Nasrul dan mempertanyakan bagai bedah rumah yang dulu rumahnya sudah di verivikasi bahkan dinyatakan lulus termasuk 23 warga Pasar Selatan yang dikumpulkan di Mesjid Akbar. Namun saat pencairan namanya tidak terdaftar padahal sudah di verifikasi bahannya.ok, muncul nama Intan,
Ketika dikonfirmasi bagian pendataan, TFL Doni mengatakan bahwa, sudah ada yang mendata sebelumnya.
“Pada saat saya menjadi TFL rumah yang bersangkutan sudah dalam keadaan bagus, maka otomatis saya batalkan. Ketua Tim Teknis juga sudah saya kasih tau, tks,” terang Doni.
Ia menambahkan, nama Intan dari awal memang sudah, namanya ini berdasarkan data yang di terima dari orang yang mendata sebelumnya ditugaskan menjadi TFL.
Kabid Perkim, Yefrin juga mengomentari lewat, whatsApp.
“Langsung be iko dgn Doni TFL, namonyo memang dak do di sk, survey belum tentu dapat 082289........(Doni) survey TFL 2018,Kabid nya Buk Novi waktu pendataan, aku jadi kabid perumahan 16 peb 2019,” Yefrin (salinan whatsApp ).
Saat ini ibu Ramaya sangat kecewa kepada petugas bedah rumah yang salurkan dana 17 juta lebih kepada orang yang tidak layak atau tidak tepat sasaran. Sekarang untuk renovasi rumahnya menggunakan pinjaman dana Bumdes Desa Pasar Selatan dengan cicilan perbulan.
Kades Pasar selatan, melalui Kadus mengatakan bahwa tidak mengetahui persis hal tersebut singkat kata sambil lari menghindar.
“Kami tidak tahu persis nama nama yang keluar,” ucap Kadus.(khps)
Facebook comments