Sungai Penuh – Berita yang sebelumnya di publikasi media viral publik (https://jambi.viralpublik.com/2-proyek-miniatur-disbudpar-kota-sungai-penuh-amburadul), menurut info sumber terpercaya, anggaran Proyek Pembangunan Rumah Miniatur Disporabudpar berkisar 450 juta yang dikucurkan dari pusat, Tahun Anggaran 2019.
Kepala Disporabudpar Kota Sungai Penuh, Zulwahdi ketika ditemui dikantornya pada Selasa (3/2), nampak tergesa - gesa keluar terkesan menghindar mengenai bantuan dari kementerian berupa anggaran yang cukup besar guna membangun “Rumah Maniatur atau Rumah Larik" sebutan orang dahulu. Diduga kuat aliran dana kementerian disalahgunakan lebih 50%.
“Ada urusan penting, ada keluarga yang melahirkan. Temui saja Pak Apri,” jawab Zulwahdi singkat dengan naik mobil dinasnya.
Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut dengan Pak Apri di kantor Disporabudpar Sungai Penuh (3/2), mengatakan membenarkan proyek tersebut merupakan bantuan dari Kementerian dan mengenai besaran anggarannya tidak transparan serta saling lempar keduanya.
“Iya, Rumah Miniatur atau Rumah Larik, bantuan dari pusat dan disalurkan tahun 2019. Kalau masalah anggaran, tanya langsung bae dengan Kadis Pak Zulwahdi, karena saya teknisnya,” ungkap Pak Apri.
Ia menjelaskan rumah tersebut, hanya saja untuk anak sekolah praktek dan mengenal budaya serta bagaimana cara memperoleh ilmu dari tua - tua dahulu cara praktis mendirikan rumah, rumah ala kuno, yang sistem ini memakai sisten ajun arah pakai syair dan hal yang seyogyanya ala kampung dahulukala,” jelasnya.
Sementara Camat Sungai Bungkal melalui salah satu staf dimintai keterangan terkait lokasi pembangun proyek tersebut menjawab bingung.
“Iya kami sampai saat ini tidak tahu apa .? Bagaiman..? Untuk apa..? (Rumah ) yang didirikan di samping kantor camat sei.bungkal,” ujar staf.
Jhontek salah seorang aktivis pada media, meminta kepada instansi terkait dalam hal ini Kejari Sungai Penuh untuk segera menindaklanjuti aliran dana bantuan kementerian yang telah dikucurkan.
“Dalam hal ini Kejari Sungai Penuh untuk segera menindaklanjuti aliran dana bantuan kementerian untuk Disporabudpar Sungai Penuh yang terindikasi merugikan negara,” ucap Jhontek.
Hasil konfirmasi dengan Camat Sungai Bungkal melalui Sekcam, Abdurahman mengatakan tidak mengetahui dan tempat ini hanya ditittipi saja.
“Kami tidak tahu dan tempat ini hanya di titip saja untuk lokasi rumah miniatur (rumah lagik),” ujar Abdurahman.
Sampai berita ini ditayangkan, Zulwahdi ingkar atau alergi dengan wartawan viralpublik dan tidak mau di konfirmasi. (khps)
Facebook comments