Skip to main content

Masyarakat Desa Koto Petai Transparan Dalam Pengelolaan Anggaran Desa

kerinci
Masyarakat Desa Koto Petai Transparan Dalam Pengelolaan Anggaran Desa

Kerinci, Masyarakat Desa Koto Petai Kecamatan Tanco Kabupaten Kerinci meminta agar Kades Kasim, SE transparan dalam pengelolaan anggaran dana desa yang terseksan ditutupi dan tidak disalurkan kepada masyarakat seperti dana karang taruna.

Untuk diketahui dana karang taruna sebesar Rp 35 juta diperuntukan untuk karang taruna Pantai Indah Koto Petai hanya dicairkan tujuh juta rupiah pada 2018 lalu sedangkan sisanya Rp28 juta tidak ada lapornya.

Sedangkan pada tahun 2019 hanya gaji pengurus saja  yang di cairkan  dan  uang biaya operasional sebesar tiga juta rupiah tidak dicairkan sama sekali.

Salah seorang pemuda anggota karang taruna dengan inisial PHM mengatakan masyarakat telah berulang kali mengingatkan kepala desa tersebut namun tidak ada tanggapannya sampai saat ini.

"Sudah tiga tahun masa jabatan kades tersebut dan masyarakat sudah berulang kali mengingatkannya," katanya.

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan dilapangan, Rabu (5/8) dana yang dipertanyakan masyarakat diantaranya dana Bumdes sebesar Rp35 Juta, dana bantuan Propinsi Rp60 Juta, aliran dan usaha tani satu miliar, dana Alokasi Desa 2018/19.

Selain itu dana pengadaan wahana permainan Water Boom yang di beli langsung oleh Kades Kasim ke Padang Sumatera Barat tanpa konsultasi dengan Bumdes serta pembuatan sertifikat prona dengan biaya 400 ribu/prona. Jadi dana yang harus di laporkan tanpa sepengetahuan masyarakat dan pemuda kurang lebih Rp.1.095.000.000,-

Selanjutnya PHM mengatakan para petani sudah dirugikan karena jalan usaha tani yang di buat dari Dana Desa tahun 2018 sebesar Rp 1M sampai berita ini dipublikasikan tidak kunjung selesai, bahkan sawah para petani sudah di belah untuk pembuatan jalan tersebut namun hingga saat ini belum bisa digunakan.

Oleh karena itu masyarakat Desa Koto Petai mengancam jika Kades tidak segera membuat laporan keuangan secepatnya maka seluruh masyarakat, pemuda, petani akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Kerinci.

Sementara ketua pemuda Desa Koto Petai, Juwai saat di konfirmasikan membenarkan akan adanya kasi tersebut karena pihaknya sudah pernah melaporkan hal tersebut ke Pemerintahan Desa (Pemdes),  inspektorat dan bapak Bupati namun sampai saat ini belum ada juga ada tanggapannya.
 

Facebook comments