Skip to main content

Masyarakat Minta Kapolda Segera Tangkap Mantan kades dan Bendahara Desa Air Panas Baru semurup

Desa Air Panas Baru Semurup
Masyarakat Minta Kapolda Segera Tangkap Mantan kades dan Bendahara Desa Air Panas Baru semurup

Kerinci - Masyarakat di Desa Air Panas Baru meminta agar Kapolda Jambi segera memerintahkan jajarannya untuk menangkap mantan Kepala Desa dan Bendahara karena telah menyalahgunaan wewenang dan melakukan tindak pidana korupsi ketika menjabat sebagai Kades Air Panas Baru Semurup.

Abrizal salah seorang warga, Rabu (16/9)  mengatakan kami sudah melaporkan permasalahan tersebut kepada Kapolda dan Kejari Sungai Penuh namun sampai sekarang belum ada juga tanggapannya.

"Sesuai data yang kami laporkan ke Polda dan Kejari Sungai Penuh, mantan kades Air Panas Baru Semurup, jon norman (Jn), bendahara, Apel Hadi (AH) dan tim pelaksana kegiatan (TPK) telah menyalahgunaan wewenang sebagai kepala Desa dan bendahara dan TPK, mereka bertiga berkompromi dan sepakat menggelapkan dana proyek PDAM desa selama dua tahun berturut_turut sebesar Rp.1.100.000.000 (satu Milyar seratus juta rupiah)," ujar Abrizal.

Ia menambahkan tiga serangkai tersebut pada tahun 2018 membuat proyek PDAM desa sebesar Rp.550 juta dan tahun 2019 juga Rp550 juta namun hingga sampai akhir masa jabatannya Maret 2020 proyek tersebut belum juga rampung.

Selain itu oknum mantan kades diduga juga menggelapkan dana sebesar Rp.400 juta terdiri dari pembagian beras raskin dimana dari 31 penerima raskin seharusnya menerima 60 Kg tapi yang diterima hanya 30 Kg saja sedangkan sisanya tidak tau kemana rimbanya.

Dari tahun 2017 dimasa kepemimpinannya hingga Maret 2020 akhir masa jabatannya oknum mantan kades tersebut sudah menggelapkan raskin lebih kurang 930 Kg.

Para pelapor yakni Abrizal, Harzal Wadus, Supratman, Andree Widana, Sudirman dan Zurmanudin menjelaskan jika mantan kades JN telah mengangkangi UU Permendagri nomor 83 tahun 2015 Bab II pasal 4 dan sebagaimana di ubah nomor 67 tahun 2017, tentang pengangkatan perangkat Desa atas Idris tanpa sepengetahuan BPD.

Bahkan yang lebih miris lagi ada staf Desa menggunakan ijazah palsu a/n Nopanda, Ariska, Hendra dan Arpan.

Sementara itu Camat Air Hangat Barat ketika di konfirmasi mengatakan dirinya sudah menerima laporan masyarakat tersebut namun belum di lakukan verifikasi.

Mantan Kades Air Panas Baru Semurup ketika dikonfirmasikan membantah tuduhan masyarakat tersebut,(TIM)

Facebook comments