Kerinci - Minggu, 4 Januari 2026, Kenduri Sko empat desa Sungai Abu di Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, kembali di gelar sebagai wujud rasa syukur sekaligus upaya menjaga warisan adat dan budaya leluhur.
Tradisi sakral ini melibatkan Desa Sungai Abu, Desa Pondok Sungai Abu, Desa Baru Sungai Abu dan Desa Baru Sungai Deras, di hadiri Bupati Kerinci, Monadi beserta istri, anggota DPRD, Zulkismi, Camat AHT, Edi Ruslan, Babinsa, Tokoh Adat, Ninik Mamak, Alim Ulama, Cerdik Pandai, Pemuda, serta masyarakat dari berbagai lapisan.
Prosesi Kenduri Sko berlangsung khidmat dengan berbagai rangkaian ritual adat yang di pimpin para Ninik Mamak. Doa bersama di panjatkan sebagai ungkapan syukur atas limpahan rezeki, keselamatan dan keharmonisan yang dirasakan masyarakat selama ini.
Kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan penampilan seni budaya tradisional, seperti pencak silat dan tari kaco yang menunjukkan kesaktian para penari.
Tampak sambutan antusias dari masyarakat. Selain sebagai hiburan, pertunjukan tersebut menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar tetap mencintai dan menjaga warisan leluhur.
Dalam sambutannya tokoh adat 4 desa Sungai Abu, Mawardi Rio Jayo Gedang menegaskan bahwa Kenduri Sko bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari tanggung jawab moral masyarakat untuk merawat adat dan budaya di tengah arus modernisasi. Ia berharap tradisi ini terus di lestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kerinci, Monadi mengatakan bahwa Kenduri Sko memiliki makna mendalam sebagai penjaga sejarah dan identitas masyarakat Kerinci. Menurutnya, tradisi adat bukan sekadar ritual seremonial, melainkan warisan nilai yang harus terus di kawal lintas generasi.
"Kenduri Sko hakekatnya adalah mengawal sejarah yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita. Jangan sampai generasi kita justru menjadi generasi yang menghilangkan tatanan sejarah,” tegas Monadi.
Ia menambahkan, adat dan budaya merupakan fondasi kuat dalam membangun peradaban masyarakat Kerinci. Di tengah arus modernisasi, generasi muda di tuntut untuk tidak melupakan akar budaya, melainkan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat.
Bupati juga mengapresiasi kekompakan masyarakat empat desa Sungai Abu yang konsisten melestarikan Kenduri Sko. Menurutnya, keberlangsungan tradisi ini mencerminkan kuatnya semangat gotong royong, persatuan dan kesatuan serta kesadaran warga empat desa Sungai Abu dalam menjaga marwah adat.
Facebook comments