Kerinci - Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi lahan kering terus digalakkan. Penyuluh Pertanian Desa Lubuk Suli bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Depati Tujuh menggelar survei Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) pada Rabu (8/7). Survei ini ditujukan untuk program Perluasan Areal Tanam (PAT) padi gogo di Desa Lubuk Suli, Kecamatan Depati Tujuh.
Kegiatan ini menyasar wilayah non-irigasi yang memiliki potensi tinggi namun belum tergarap optimal. Hasil penelusuran lapangan mengidentifikasi potensi lahan seluas 18 hektare yang tersebar di tiga kelompok tani, salah satunya adalah Kelompok Tani Duren. Ketua Kelompok Tani Duren, Epriani, mengonfirmasi bahwa lahan yang tersedia saat ini memang ditanami padi.
Merespons potensi tersebut, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura akan memfasilitasi pengusulan CPCL ke tingkat pusat untuk Program PAT Padi Gogo. Petani menyepakati percepatan tanam paling lambat bulan depan jika benih sudah tersedia. Langkah taktis ini diambil demi menghindari puncak serangan hama tikus yang biasa terjadi pada bulan Agustus. Antisipasi ini sangat krusial mengingat karakteristik pertanian padi ampari di wilayah ini hanya memungkinkan satu musim tanam dalam dua kali panen.
Survei ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mendukung swasembada pangan nasional. Kehadiran penyuluh di lapangan berkomitmen untuk terus mendampingi petani secara teknis dan mendorong pengembangan usaha tani berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Harpai, salah seorang warga Lubuk Suli, menyampaikan apresiasinya atas langkah cepat ini. Ia mengucapkan terima kasih kepada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura serta PPL Kecamatan Depati Tujuh yang telah memfasilitasi dan mendampingi proses penanaman padi di desa mereka.(NSH)
Facebook comments