Jambi - Pemerintah Kota Jambi kembali mengirimkan sebanyak 25 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Jambi untuk belajar ke Singapura. Pengiriman para ASN ke negeri jiran tersebut dilepas oleh Walikota Jambi H. Syarif Fasha.
Di Singapuran para ASN bidang kesehatan tersebut mengikuti program SCP (Singapore Cooperation Programme) yang difasilitasi oleh Pemerintah Singapura. Pelepasan ASN tersebut juga dihadiri Sekkot Jambi Ir. H. Budidaya, Kadisdik Kota Jambi Arman, Kadis Kesehatan dr. Ida Yuliati, dan Direktur RS Abdul Manap dr. Rudi Hendra Pardede.
Program itu adanya lobi efektif outward looking policy Wali Kota Jambi terhadap pemerintah Singapura dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, telah mengantarkan ratusan ASN Kota Jambi belajar dan mengembangkan kompetensi secara cuma-cuma di Singapura.
“Awal tahun ini, kami kembali mengirimkan jajaran manajemen rumah sakit dan kepala puskesmas yang ada di Kota Jambi. Tidak semua yang ada di Singapura dapat kita diadopsi, namun kita dapat belajar hal lain yaitu kesungguhan dan semangat gaya Singapura dalam melayani dan menjalankan manajemen kesehatan di negaranya.
Mereka tidak hanya mengandalkan teknologi, namun juga mengedepankan sdm agar memiliki mental melayani yang mumpuni. Semoga pelatihan ini dapat membawa perubahan paradigma, etos kerja dan mental ASN Kota Jambi,” kata Fasha.
ASN Kota Jambi patut berbangga hati. Selain Pemkot Jambi dalam hal ini tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk mengirimkan ASNnya belajar di Singapura.
”Kota Jambi telah diperlakukan istimewa oleh Pemerintah Singapura, yaitu diberi kesempatan luas untuk mengikutsertakan ASN Pemkot pada kegiatan tersebut, dimana perlakuan tersebut tidak dinikmati oleh daerah manapun di Indonesia,” katanya.
Dikatakan Walikota, program ini murni gratis tanpa mengeluarkan biaya APBD sepeserpun. Jika dihitung Pemerintah Singapura menghabiskan dana 1,8 Milyar untuk mendiklatkan 25 orang ASN Kota Jambi selama sepekan.
"Tahun lalu kita telah mengirimkan 3 angkatan. Disana, peserta akan diberi berbagai fasilitas dan biaya hidup selama di Singapura dan itu ditanggung oleh Pemerintah Singapura. Hal tersebut adalah berkat hubungan kerjasama yang baik Pemkot Jambi dengan Pemerintah Singapura,” tegas Walikota Fasha.
Menurut Fasha, selain Singapura, beberapa negara juga telah menawarkan program sejenis kepada Pemkot Jambi. Diantaranya China, Korea Selatan, Spanyol, Vietnam dan Thailand.
Fasha pun berharap dengan adanya program tersebut, kedepannya membawa efek signifikan dalam meningkatkan kompetensi serta merubah mindset, etos kerja dan mental ASN Pemkot Jambi menjadi lebih baik lagi dalam melayani masyarakat. (hms/rv)
Facebook comments