Sungai Penuh - Terkait kisruh dari SPBU 24-371.20 Pelayang Raya yang akhir- akhir ini sedang ramai di perbincangkan ditengah masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci ini diduga seakan tak henti- hentinya menimbulkan masalah.
Selain antrian panjang yang menyebabkan terjadinya kemacetan yang dikeluhkan dalam beberapa pekan terakhir, sekarang timbul permasalahan baru dimana beberapa supir truck/fuso mengaku disaat pengisian BBM Jenis Bio Solar di SPBU ini diharuskan untuk membeli Solar Dex dengan minimal tiga puluh ribu.
Seperti halnya, setelah dumd truck maupun fuso melakukan pengisian BBM Bio solar pada SPBU ini diharuskan mengisi solar dex dengan minimal berkisar tiga puluh ribu sampai lima puluh ribu bahkan hingga sampai seratus ribu sesuai ukuran kendaraan yang dipakainya sebut supir.
Hal ini tentunya menjadi keresahan tersendiri bagi para supir truck maupun fuso yang ada, karena selalu diminta untuk melakukan hal tersebut oleh oknum petugas pompa Pom di SPBU.
“Tidak mungkin petugas memaksa kami mengisi jika tidak ada perintah managernya,” kata Udin salah seorang sopir truck yang sedang mengatri, Jumat (5/11).
Ia menambahkan sebenarnya kita merasa resah dan keberatan atas permasalahan ini, tapi disisi lain kita sangat butuh dan itu merupakan keharusan yang harus di ikuti jadi dari pada capek- capek antrian terus tidak kebagian BBM jenis Bio solar ini nantinya, terpaksa diturutin," Ungkapnya.
Sementara, Rahmad, sopir lainnya juga mengatakan hal senada selain beli bio solar juga diwajibkan membeli solar dex.
“Kami harus mengisi solar dex dulu baru mereka mau mengisi bio solar,” katanya.
Ia menambahkan permasalahan ini sudah lama kita ketahui dari rekan- rekan kita para supir truck dan fuso dari dalam Kota Sungai penuh maupun luar Kota seperti supir yg berdomisili di Kerinci tentang pengisian di SPBU Pelayang Raya.
Ketika ditanya, dia mengatakan sudah sering melaporkan kebijakan di SPBU Pelayang Raya ini ke instansi terkait seperti Disperindag namun hingga sekarang belum juga ada tindaklanjutnya.
Menanggapi kekisruhan permasalahan tersebut, para sopir bertanya tanya apakah keharusan ini berdasarkan aturan Pertamina atau kebijakan SPBU Pelayang Raya.
Masih keterangan Ramhad ketika ditanyakan permasalahan tersebut kepada petugas pengisian di SPBU mereka menjawab simple “biar sama sama habis solar dex habis bio solar pun habis,” ujarnya.
Menanggapi permasalahan tersebut Jambi viralpublik mencoba mengkonfirmasikan lansung ke Sya'diah selaku Direktur SPBU 24-371.20 di Pelayang Raya Kota Sungai Penuh via Handphone namun sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban sama sekali.(Kphs)
Facebook comments