Sungai Penuh - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh, lalai akan tanggung jawabnya terhadap sampah. Sebagian besar dari masyarakat kota Sungai Penuh dan kabupaten Kerinci masih mengandalkan TPA sebagai tempat pembuangan akhir, Sehingga menyebabkan sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di sungai penuh diprediksi akan penuh.
Hal tersebut kini tengah menjadi perhatian di beberapa kalangan masyarakat. Pasalnya, sampah-sampah yang tak dipilah dan diolah hanya akan terus menerus menumpuk dan tidak dapat menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
"Lalu setelah itu bagaimana? Kalau perilaku kalian terhadap sampah bagaimana?" ujarnya JH salah satu warga setempat.
Sementara sampah juga berserakan di wilayah perkantoran seperti Kemenag dan Inspektorat Kerinci. Anehnya, hingga 3 hari tidak diambil oleh LH Sungai Penuh.
Dengan adanya hal tersebut, menimbulkan beberapa pertanyaan mengenai kinerja dari DLH Sungai Penuh. Apa tidak ada pekerja sampah LH?, Apa tidak di gaji, sehingga bau yang menyengat di wilayah perkantoran kementerian agama dan inspektorat kerinci sampah tersebut tak kunjung dibuang di tempat penampungan. DLH Kota Sungai Penuh buka mata lebar-lebar siapa yang bertanggung jawab terhadap sampah berserakan ini.
Kadis DLH Kota Sungai Penuh saat akan dikonfirmasi mengenai hal tersebut melalui teleponnya, Jumat (24/7) tidak aktif.
Dengan adanya penumpukan sampah tersebut, Kemenag dan Inspektorat Kerinci geram kepada DLH Kota sungai Penuh karena sudah 2 (dua) kali melayangkan surat namun sampai berita ini di turunkan tidak diindahkan.(khps)
Facebook comments