Kerinci – Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura bekerja sama dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi resmi menggelar koordinasi, sosialisasi, dan Sekolah Lapang Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) skala luas. Kegiatan ini dipusatkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, pada Rabu (29/7).
Acara strategis ini dihadiri langsung oleh perwakilan Kementerian Pertanian RI, Yuniman dan Rudi Putra. Turut hadir mendampingi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, Radium Halis, beserta jajaran penyuluh pertanian setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kerinci, Radium Halis, menegaskan bahwa langkah ini dirancang khusus untuk mematangkan strategi bersama para penyuluh pertanian. Menurutnya, penyuluh adalah ujung tombak keberhasilan penerapan teknologi baru di tengah masyarakat.
"Sistem PM-AAS merupakan program unggulan Kementerian Pertanian yang mengintegrasikan mekanisasi modern, teknologi digital, dan pertanian presisi untuk mendongkrak produktivitas padi secara berkelanjutan," ujar Radium Halis.
Radium menambahkan, ada tiga poin penting dalam pelaksanaan PM-AAS di Kabupaten Kerinci saat ini:
- Penyamaan Persepsi: Pertemuan ini menyamakan visi antara BRMP Jambi dan penyuluh Kerinci agar adopsi teknologi pertanian modern berjalan serentak dan masif.
- Penguatan Sinergi: BRMP Jambi mendorong keterlibatan aktif seluruh tim penyuluh untuk mendampingi petani dalam mengimplementasikan budidaya padi intensif berbasis teknologi.
- Target Swasembada: Penerapan sistem modern skala luas ini ditargetkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus memperkuat swasembada pangan di wilayah Kabupaten Kerinci.
Di akhir arahannya, Radium Halis menaruh harapan besar kepada seluruh kelompok tani di Kerinci agar bisa mengikuti dan menerapkan ilmu program ini dengan baik.
"Dengan adanya bantuan dan penerapan alat modern ini, kami berharap petani bisa memangkas biaya operasional menjadi lebih hemat, dan hasil panennya nanti melimpah ruah," pungkasnya.(NSH)
Facebook comments