Jambi – Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum lepas 254 personil gabungan terdiri dari Pemprov Jambi, Pemkab/Pemkot, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan pelaku dunia usaha bidang kehutanan dan perkebunan serta masyarakat untuk melakukan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Untuk mengatasi dan mencegah karhutla di Provinsi Jambi, kita menempatkan 254 personil gabungan di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan, agar mudah terpantau dan mudah mengatasinya," katanya dalam kata sambutan Apel Pelepasan Petugas Patroli Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan dan Pembalakan Liar di Provinsi Jambi Tahun 2020, di lapangan Makorem 042/Garuda Putih, Minggu (02/08).

Ia menambahkan kebakaran hutan dan lahan banyak menimbulkan dampak negatif yang merusak ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim, serta menimbulkan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan mengganggu aktivitas trasportasi darat, laut, dan udara.
Pada tahun 2019, Provinsi Jambi merasakan dampak yang sangat buruk dari kebakaran hutan dan lahan, selain menyebabkan kerugian material berupa terbakarnya lahan-lahan produktif dan kawasan hutan, lahan gambut, juga menyebabkan merebaknya penyakit, khususnya Inveksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta terganggunya berbagai aktivitas kehidupan manusia.
Fachrori menegaskan agar kejadian kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi lagi maka dihimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih waspada dan selalu mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan.
Paradigma penanggulangan bencana dewasa ini sudah berubah dari responsif yang menitikberatkan penanganan saat telah terjadi bencana, menjadi preventif, yang menitikberatkan penanganan sebelum terjadinya bencana.
Untuk merubah paradigma tersebut, Pemprov Jambi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Karhutla yang melibatkan Pemrov Jambi, Pemkab/Pemkot, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha bidang kehutanan dan perkebunan serta masyarakat. Satgas yang telah dibentuk akan ditempatkan di 171 desa/kelurahan rawan kebakaran hutan dan lahan sehingga dapat bekerja lebih efektif serta efisien.

Selain itu, Fachrori juga berpesan kepada petugas dilapangan dalam suasana pandemi Covid-19, untuk mematuhi pedoman protokol kesehatan dalam tindakan di lapangan.
Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 540/Kep.Gub/BPBD-2/2020 tanggal 1 Juli 2020, gubernur selaku komandan Satuan Tugas menunjuk komandan Korem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Zulkifli sebagai Pelaksana Harian Komandan Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi tahun 2020.
"Saya yakin dan percaya bahwa Danrem mampu melaksanakan tugas harian (Dansatgas) tersebut dengan baik dan penuh tanggung jawab,” ujar Fachrori.
Sementara itu Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Zulkifli menyampaikan, bahwa hari ini Satgas akan menempatkan petugas di beberapa titik yang rawan kebakaran hutan dan lahan, petugas akan berkerja sama dengan petugas koramil yang ada di wilayah tertentu seperti di Sadu dan Muaro Jambi.
”Pasukan yang kita kirim merupakan gabungan dari semua istansi, ada TNI, Polri, BPBD, Polhut, Manggala Agni. Minggu depan kita akan mengirim pasukan ke daerah Kumpeh untuk antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Untuk itu, Danrem mengimbau kepada seluruh masayarakat dan pengusaha perkebunan untuk bekerjasama dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
Sedangkan Kapoda Jambi Irjen Pol. Firman Santyabudi menyampaikan, Polda Jambi sudah menyiapkan 1.500 personil, sebagian sudah masuk di polres/polsek kabupaten/kota se Provinsi Jambi yang disebut dengan Gugus Tugas Kabupaten.
”Personil yang kita siapkan agar mendekatkan ke lokasi titik rawan kebakaran hutan dan lahan, guna pencegahan lebih dini, agar cepat memadamkan api. Selain itu, kita juga terus melakukan patroli dan pemantauan dari jauh," katanya.
Facebook comments