Sungai Penuh – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci berhasil mengungkap kasus penganiayaan berat yang terjadi di kawasan Kelurahan Pondok Tinggi, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh. Seorang pria berinisial ADI (34), yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang, ditangkap polisi setelah diduga melakukan aksi kekerasan terhadap seorang mahasiswa.
Insiden berdarah ini terjadi pada Kamis malam (7/5/2026) sekitar pukul 22.30 WIB, tepat di depan Masjid Baiturrahim. Korbannya adalah Dimas Adi Putra (25), seorang mahasiswa yang saat itu sedang berada di lapak jualan bandrek milik kakaknya.
Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat pelaku datang menggunakan sepeda motor dan sempat berbincang dengan kakak korban. Tak lama kemudian, pelaku meminta sebatang rokok kepada korban.
"Setelah menerima rokok yang diminta, pelaku tiba-tiba naik pitam tanpa alasan yang jelas. Ia langsung melayangkan pukulan ke arah wajah korban," ujar AKP Very dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).
Pukulan keras tersebut mengenai mata kanan korban hingga mengakibatkan kacamata yang dikenakannya pecah dan melukai bagian pelipis. Korban sempat berusaha membela diri dengan menendang sepeda motor pelaku hingga terjatuh.
Namun, situasi justru semakin mencekam. Pelaku yang tidak terima motornya dijatuhkan langsung mencabut sebilah parang dan menyerang korban secara membabi buta. Akibat serangan senjata tajam tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kening.
"Dalam keadaan terdesak dan terluka, korban berhasil menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke dalam rumah keluarganya yang berada di sekitar lokasi," tambahnya.
Saat ini, pelaku ADI telah diamankan di Mapolres Kerinci untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti terkait aksi penganiayaan tersebut.(NSH)
Facebook comments