Jambi - Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) menyalurkan 3.632 paket sembako, senilai Rp2,17 miliar untuk masyarakat terdampak Covid-19 tahap ke-3 di Kabupaten Muaro Jambi yang dipusatkan di Kantor Camat Kecamatan Kumpeh, Kamis (13/8/2020) siang.
Bantuan JPS tahap ketiga ini merupakan lanjutan dari tahap sebelumnya, dengan tujuan membantu meringankan beban masyarakat yang sangat terdampak langsung Covid-19 ini secara ekonomi dalam memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari.
"Merebaknya pandemi Covid-19 sejak beberapa waktu lalu telah membawa dampak signifikan terhadap sendi-sendi perekonomian masyarakat." kata Fachrori dan menambahkan saat ini telah mulai memasuki era adaptasi kebiasaan baru.
Fachrori menambahkan untuk menyikapi merebaknya pandemi ini pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain meliburkan kegiatan belajar di sekolah, melaksanakan pekerjaan kantor dari rumah, membatasi keramaian yang pastinya berdampak sangat berat bagi kehidupan ekonomi masyarakat.
Gubernur juga mengungkapkan bahwa banyak perusahaan telah merumahkan karyawannya dengan melakukan PHK terutama yang bergerak di bidang jasa karena saat ini tidak beroperasi lagi.
“Akibatnya juga terdampak pada masyarakat yang bekerja di sektor informal seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pedagang dan perusahaan angkutan serta sektor perekonomian lainnya,” jelas Fachrori.
Untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat pemerintah pusat meluncurkan program JPS seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Padat Karya Tunai (PKT), Bantuan Langsung Tunai (BLT), bantuan sembako, dan subsidi listrik untuk golongan tertentu.
“Di saat yang sama, Pemerintah Provinsi Jambi juga melakukan refocusing anggaran pada postur APBD, dengan mengalihkan anggaran yang belum prioritas kepada kegiatan penanganan Covid-19, antara lain untuk paket sembako di Kabupaten Muaro Jambi untuk 3.632 rumah tangga dan secara keseluruhan untuk 30 ribu rumah tangga yang sangat terdampak Covid di Provinsi Jambi,” jelas gubernur.
Gubernur menyatakan, pembagian paket sembako yang dilaksanakan pemerintah ini ternyata mampu meredam lonjakan permintaan bahan pangan, sehingga lonjakan harga di tingkat konsumen tidak terjadi.
“Pemerintah menyadari keterbatasan kemampuan anggaran dalam memenuhi keseluruhan keluarga yang terdampak pandemi. Untuk itu saya menghimbau kepada yang berkecukupan, baik pelaku usaha, badan usaha serta perorangan agar dapat bahu membahu memberikan bantuan bagi masyarakat yang kurang mampu,”ungkap Fachrori. (Red)
Facebook comments