Sungai Penuh - Wartawan Liputan Sungai Penuh, berinisial MA nyaris di keroyok oknum pejabat dan pegawai Dinas Pekerjaan Umun Perumahan Rakyat (PUPR) Sungai Penuh, pada Jumat (20/12).
MA menceritakan kronologis kejadian tersebut saat dirinya menanyakan proyek drainase di depan rumahnya yang sudah di gali, tapi tidak diselesaikan, sementara jembatan depan rumah sudah diroboh.
"Ditanya kepada kontraktor mengenai hal itu, alasannya volume pekerjaan sudah cukup dan minta tanya langsung ke PUPR," ungkap MA.
Mendengar hal tersebut dirinya langsung ke Dinas PUPR Sungai Penuh menghadap dengan B (Kasi di BM, yang bertanggung jawab sebagai PPTK) dan Kabid BM. Kemudian mempertanyakan masalah tersebut kepada B, dia menjawab baru tahu setelah opname dan tunggu koordnasi untuk tambah volume.
Namun, Ketika hal tersebut ditanyakan ke Kabid BM berinisial ALK, dia menjawab tanya langsung Martin (Kadis PUPR) dan mengatakan bahwa penghitungan bukan urusan saya dan ada yang tahu cara menghitung volume.
"Karena tidak mendapat jawaban pasti, saya mengatakan biar di bangun dengan dana pribadi. Seketika itu Kabid BM, naik emosi, menghempas gelas juice hingga tumpah, pegawai bina marga juga langsung emosi mengejar saya hingga ke halaman kantor PUPR," terangnya.
Akibat proyek pembangunan drainase yang tidak selesai tersebut, warga setempat juga mengeluh karena drainase dan jembatan di depan rumah warga sudah dihancurkan.
"Kalau tahu dana tidak cukup, bangun saja sesuai anggaran, jangan korban kan fasilitas warga, ini fasilitas warga yang lama sudah dihancurkan ternyata tidak dibangun kembali," ungkap salah seorang sumber warga terpercaya,
Sementara itu, sampai berita ini dipublis Kabid BM belum bisa dikonfirmasi, terhadap peristiwa yang dialami salah seorang wartawan.
Senada dengan apa yang disampaikan Kadis PUPR Martin ketika di hubungi Minggu (22/12) mengatakan bahwa dirinya belum mendapat laporan. (khps)
Facebook comments