Batanghari - Keselamatan dan kesehatan kerja harus diutamakan dan dibudayakan, sebagai faktor yang sangat penting untuk menunjang produktivitas kerja tenaga kerja dan perusahaan/instansi, yang akan berdampak positif terhadap kesejahteraan pekerja.
Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar dalam Upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2019, yang dipusatkan di Kabupaten Batanghari, tepatnya dalam lokasi PT Aneka Bumi Pratama (ABP) di Kecamatan Pemayung, Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Kamis (24/1).
Upacara yang diikuti oleh ratusan karyawan/pekerja dari masing-masing perwakilan asosiasi perusahaan dan serikat pekerja/buruh se-Provinsi Jambi, dengan melibatkan puluhan personil dan petugas khusus Tim Unit Reaksi Cepat Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker), beserta seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi.
Pada sesi wawancara, Fachrori menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan upaya untuk mengingatkan pentingnya budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan, serta melakukan berbagai upaya yang nyata untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan, maupun penyakit akibat kerja secara maksimal.
“Kegiatan ini setiap tahun diperingati dan seperti yang kita perhatikan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja sudah cukup baik dilaksanakan. Tadi, ketika saya berdialog dengan para pekerja, mereka mengatakan mereka merasa nyaman, aman bekerja di perusahaan ini. Saya berharap sekitar 700 orang pegawai yang bekerja di sini dapat semakin diperhatikan oleh perusahaan sehingga mereka dapat hidup aman dan tentram,” ujar Fachrori.
Sebelumnya, dalam amanah Inspektur/Pembina upacara, Plt Gubernur Jambi membacakan sambutan tertulis Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia M. Hanif Dhakiri yang menyampaikan bahwa Tema pokok Bulan K3 Tahun 2019 ini adalah “Wujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Mendukung Stabilitas Ekonomi Nasional.”
Menteri Ketenagakerjaan menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bulan Agustus 2018, sebanyak 58,76% dari total angkatan kerja Indonesia adalah tamatan SMP ke bawah. Hal tersebut berdampak pada kesadaran pentingnya perilaku selamat dalam bekerja.
“Sementara itu, terkait keselamatan kerja, BPJS Ketenagakerjaan mencatat, sepanjang 2018 terdapat 157.313 kasus kecelakaan kerja, termasuk dalam kategori kecelakaan kerja adalah kecelakaan lalu lintas pada perjalanan pekerja menuju tempat kerja, serta perjalanan pulang dari tempat kerja menuju tempat tinggal," jelas Hanif Dhakiri.
"Atas hal tersebut, pemerintah mengajak seluruh stakeholder (pengusaha, Serikat Pekerja, pekerja dan masyarakat) terus meningkatkan kesadaran pentingnya K3 serta pengawasan. Kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat," tambah Hanif Dhakiri.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Gubernur Jambi dan rombongan meninjau salah satu stand milik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Jambi, yang sedang menyelenggarakan aktivitas donor darah dan pemeriksaaan kesehatan gratis kepada semua peserta apel. (hms/Wn)
Facebook comments