Skip to main content

Korban Penganiayaan Gugat Putusan Majelis Hakim

Advokat, Maizarwin Ismail, SH (Ketua DPW PERADIN/ POSBAKUMADIN Provinsi  Jambi)
Advokat, Maizarwin Ismail, SH (Ketua DPW PERADIN/ POSBAKUMADIN Provinsi Jambi)

Kerinci - Kasus penganiayaan terhadap warga Pematang Lingkung, yang dilakukan oleh Mantan Kades AS berlanjut ke Pengadilan Tinggi Jambi, hal ini disampaikan oleh Advokat, Maizarwin Ismail, SH (Ketua DPW PERADIN/ POSBAKUMADIN Provinsi  Jambi) yang didampingi Drs. Darma Samsuri, M.Si. (Paralegal), Persatuan Wartawan Reaksi Cepat Pelacak Kasus (PWRCPK), Sabtu 21/3.

" Iya, korban Mesdi Harto berkeberatan atas Putusan PN Sungai Penuh dengan 1 bulan Penjara. Korban telah menghadap dan mendesak Pihak Kejati serta dengan melayangkan Surat Resmi Permohonan Banding ke Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi dan Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Jambi tertanggal 17 Maret 2020 untuk diteruskan bandingnya ke PT (Pengadilan Tinggi) Jambi dan telah diterima dg baik, hari itu juga oleh Pihak Kejaksaan Tinggi Jambi,” kata Maizarwin. 

Menurutnya KUHP yang ditetapkan 351 pasal 1 hukuman 2,8 Tahun penjara, namun hakim memvonis AS Mantan Kades dengan 1(satu) bulan penjara. Sehingga pihak korban keberatan dengan alasan gugatan.
1.Belum ada Perdamaian. 
2.Diterlantarkan oleh AS dalam proses Rawat Inap di RS DKT Sungai Penuh/ Kerinci dengan biaya dibebankan           kepeda Si korban dan tanpa di bantu oleh Si Pelaku AS (Oknum Mantan Kades Pematang Lingkung). 
3.Biaya Perobatan dan Rawat Inap di RS DKT Sungai Penuh/ Kerinci selama 4 hari 4 malam dibebankan kepada Si     korban dan Tanpa di bantu oleh Pelaku Penganiayaan.
4.Dengan adanya kejadian tersebut, korban tidak bisa menafkahkan keluarga dikarenakan sakit – sakitan.
5.Sebagai Aparat Desa Kades AS, tega menganiaya warga/ masyarakatnya sendiri (di akhir jabatannya).
6.Sementara Kades AS, kepada masyarakat membeberkan bahwa dirinya tidak akan pernah dipenjarakan                   walaupun sudah di vonis, kebal hukum. (TIM)
 

Facebook comments