Sungai Penuh - Aktivis Senior LSM MAWAR INDONESIA SOFIAN dan LSM BRAJO SAKTI, merasa kesal dengan kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sungai Penuh (Kadis Syafrizal) yang hanya mengejar target retrebusi, tetapi mengabaikan tata kelola pasar Kota Sungai Penuh.
Padahal permasalah selalu di sampaikan oleh anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Namun Disperindag seakan menutup telinga dan tanpa menghiraukannya.
Alhasilnya, sejumlah pedagang di kota sungai penuh, mulai dari pedagang ikan basah sampai dengan aksesoris malah berjualan di atas trotoar dan bahu bahu jalan.
Seperti di lihat di pasar MKS dan Tj Bajure, persolan itu terjadi dikarenakan kepala dinas perindag Sungai Penuh Syafrizal, sengaja memberikan kelonggaran dan tidak tegas kepada pedagang yang ada. Hasilnya para pedagang masih leluasa berjualan di bahu - bahu jalan sampai ke atas trotoar.
Persoalan penata pasar di Sungai Penuh sangat kompleks sekali sebenarnya, ini berangkat dari masalah klasik dari pemerintah lama hingga sekarang, pemerintah sekarang sudah berjalan kurang lebih 2 tahun tapi belum bisa dituntaskan soal ini.
Jika permasalahan ini di biarkan berlarut - larut, dikhawatirkan ada pedagang musiman yang juga berjualan tanpa sepengetahuan Disperindag. Dengan begitu, PAD Kota Sungai Penuh tidak terdeteksi.
Pemerintah harus mengambil sikap tepat memastikan bahwa pengelola pasar ada langkah - langkah konkret yang di lakukan kalau di biarkan kita khawatir kota sungai penuh akan jadi Tempat pasar semuanya.
Kadis Disperindag Syafrizal, jika tidak sanggup mengatur tata kelola pasar silakan mundur di jabatan.
Disamping itu, LSM BRAJO SAKTI, melihat pedagang yang berjualan di trotoar melanggar UU lalu lintas dan angkutan umum dan keselamatan pejalan kaki, dan dugaan retrebusi dinaikan sehingga masuk Kantong pak Kadis Syafrizal.(Tim//hps/lsmBS)
Facebook comments