Kerinci -
Bupati Kerinci secara resmi membuka gelaran Festival Kopi Kerinci Tahun 2026 pada Sabtu, 19 September 2026. Acara pembukaan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, mulai dari Dirjen Perkebunan Kementan RI, Gubernur Jambi, perwakilan BI Jambi, hingga para kepala daerah se-Provinsi Jambi dan kabupaten tetangga. Turut hadir pula unsur Forkopimda, para petani, pelaku UMKM, barista, serta masyarakat luas yang memadati lokasi acara.
Dalam sambutannya, Bupati Kerinci menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh panitia dan pihak terlibat yang telah bekerja keras menyukseskan festival ini. Beliau menegaskan bahwa kopi memiliki makna yang sangat mendalam bagi daerahnya.
"Kopi bukan sekadar minuman. Kopi adalah cerita tentang tanah, alam, petani, budaya, kreativitas, dan kerja keras masyarakat," ujar Bupati.
Pemerintah Kabupaten Kerinci terus berkomitmen agar komoditas pertanian lokal tidak lagi dijual dalam bentuk mentah. Bupati mendorong agar kopi Kerinci diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah dan berdaya saing tinggi di pasar global.
Secara khusus, Bupati memberikan pesan kuat kepada generasi muda. Beliau menekankan bahwa industri kopi membuka ruang kreativitas yang sangat luas. Anak muda harus berani mengambil peran lebih dari sekadar petani tradisional.
"Generasi muda dapat mengambil peran sebagai barista, roaster, pengusaha, content creator, desainer kemasan, pemasaran digital, pelaku agrowisata, hingga inovator produk kopi," tegasnya.
Bupati meminta seluruh pihak terkait untuk membangun ekosistem yang mendukung anak muda dalam berkreasi dan berwirausaha. Targetnya, Kopi Kerinci tidak hanya dikenal karena kualitas bijinya, tetapi juga karena inovasi dan kreativitas masyarakatnya.
Festival Kopi Kerinci 2026 ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat citra Kabupaten Kerinci sebagai daerah unggulan di bidang pertanian, pariwisata, dan konservasi.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Festival Kopi Kerinci Tahun 2026 secara resmi dinyatakan dibuka!" ucap Bupati disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Acara pembukaan tersebut kemudian ditutup dengan hangat lewat lantunan pantun khas Kerinci yang disampaikan oleh Bupati:
“Kalu nak tau si bungo tali, nyo di tanam dingan batang ranyo, kalu nak tau hatilahnyo kami, ambiklah pisau belahlah dado.”(Hps)
Facebook comments