Merangin - Gubernur Jambi, H Al Haris menutup rangkaian kegiatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-50 Tingkat Provinsi Jambi yang dipusatkan di Lapangan Bola Desa Lubuk Pungguk Kecamatan Jangkat, kabupaten Merangin ditutup, Kamis (18/11).
Acara tersebut diselenggarakan selama 3 hari diwarnai dengan berbagai lomba, bazaar, pameran dan hiburan.
Bupati Kerinci, Adirozal bersama Sekretaris Daerah Kerinci, Zainal hadir langsung mendampingi Tim peserta Kabupaten Kerinci yang umummya para petani Kerinci dan berhasil memboyong sederet juara pada HKP tersebut.
Raihan yang diperoleh diantaranya; juara 1 stand terbaik se-provinsi, juara 1 tebak cita rasa kopi se-provinsi, juara 2 bongkar pasang hand traktor se-provinsi, juara 2 membedakan tandan buah segar kelapa sawit dan juara 3 bakiak putra se-provinsi.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Kerinci, Radium Halis saat dikonfirmasi, Kamis (17/11) mengatakan bahwa peserta dari Kerinci yang terdiri dari petani-petani berprestasi sebagian besar pengurus dan anggota KTNA Kerinci yang didampingi pejabat struktural lingkup DTPH serta dinas terkait.

“Alhamdulillah acara HKP berjalan baik sukses meskipun diguyur hujan. Kontingen Kerinci terdiri dari petani yang berprestasi sebagian besar pengurus dan anggota KTNA Kerinci dan didampingi oleh pejabat struktural lingkup DTPH, BUNNAK dan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan serta semua koordinator BPP,” kata Radium Halis
Dia mengatakan untuk stand pameran bersama BUNNAK dan DPK sudah mempromosikan hasil-hasil produksi petani Kerinci dan hasil olahannya/ hilirisasi, dengan diraihnya beberapa juara oleh kontingen Kerinci menandakan petani Kerinci sudah maju
“Di HKP ini mereka para petani dan PPL bisa berbagi informasi/ilmu dan mengikuti beberapa seminar untuk menambah potensi diri mereka sebagai petani yang handal,” tutupnya.
Dalam sambutannya, Al Haris mengatakan bahwa HKP sangat penting maknanya karena berlangsung ditengah-tengah inflasi, khususnya di bidang pangan yang mengganggu ekonomi Indonesia.
"Jambi termasuk daerah yang inflasinya tertinggi di Indonesia. Inflasi itu bersumber dari komoditi pangan yang ada di daerah kita, diantaranya cabe, beras, bawang. Semua bisa diatasi," ucap Al Haris.(Hps)
Facebook comments