Skip to main content

Masyarakat Kerinci Hilir Dukung Penuh Wacana Pemekaran Kabupaten Kerinci Hilir

pemekaran
Pemekaran Kabupaten Kerinci Hilir

Kerinci – Menyikapi wacana pemekaran Kabupaten Kerinci pada tahun 2009 lalu ditanggapi oleh sebagian besar tokoh masyarakat di Kecamatan Kerici Hilir dengan mempertanyakan sejauh mana perkembangannya karena hingga sekarang belum ada juga realisasinya padahal berdasarkan Topografi wilayah kerinci yang cukup luas memang layak untuk dimekarkan menjadi 2 bagian.

Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia  (PPWI) Kerinci -Sungai Penuh, Irwan, Senin (27/4) mempertanyakan apa kabar para tokoh masyarakat Kerinci Hilir yang juga merupakan anggota DPRD Kerinci dari Kerinci Hilir terhadap wacana pemekaran wilayah kenapa sekarang diam dan tidak ada gaunnya sama sekali padahal  untuk membuat wacana pemekaran wilayah tersebut menggunakan anggaran yang dipungut kepada ribuan ASN yang ada diwilayah Kerinci Hilir.

"Waktu deklerasi wacana pemekaran wilayah menggunakan anggaran yang bersumber dari punggutan terhadap para ASN yang berada di wilayah Kerinci Hilir namun hingga tahun 2021 belun juga ada titik terang tentang perkembangan pemekaran wilayah Kerinci Hilir tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan karena sumber anggarannya dari para ASN maka Panitia pemekaran harus bisa mempertanggung jawabkan anggaran tersebut.

Pada waktu deklarasi wacana pemekaran didukung penuh oleh seluruh masyarakat dengan harapan jika pemekaran berhasil maka akan terjadi pemerataan pembagunan.

Para tokoh masyarakat dari kerinci hilir yang tergabung di dalam wilayah kerinci hilir bersatu  adalah Candra Purnama, Zainal Abidin, M. Rahman. Ilyas Adnan ( alm ),  Sudirman, Nasrul Madin. H. Kaharudin dan beberapa tokoh kerinci hilir lainya.


Alasan pemekaran itu sendiri karena tidak adanya pemerataan pembangunan karena pusat perkantoran hanya tertumpu di kompleks perkantoran Bukit Tengah, sedangkan di Kerinci Hilir tidaka da sama sekali sehingga jika masyarakat ada keperluan untuk berurusan surat menyurat memerlukan jarak tempuh sangat jauh. Apalagi yang berdomisili di wilayah ujung seperti Kecamatan Gunung R.aya, Bukit Kerman dan Batang Merangin. (Kphs)


 

Facebook comments