Jambi - Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi meninjau langsung harga dan stok pangan di Pasar Tradisional Angso Duo, Kota Jambi, dalam rangka memasuki bulan suci ramadhan 1439 H, Minggu (13/5) pagi.
Dalam sidak yang dilakukan tersebut, Sekda Provinsi Jambi M. Dianto yang juga sebagai Ketua Satgas Provinsi Jambi mengatakan, Pemprov Jambi tetap terus berupaya menjaga harga bahan pokok di Jambi agar tetap stabil, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang tinggi jelang Bulan Suci Ramadhan hingga nanti menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 H Tahun 2018.
Untuk menjaga bahan pokok agar tetap stabil, lanjut Sekda, pihaknya akan terus melakukan peninjauan langsung kelapangan, serta bekerjasama dengan Bulog Jambi untuk mengadakan operasi pasar.
“Kita tadi telah melakukan pengecekan harga bahan pokok, terutama harga daging ayam yang saat ini menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat karena harganya cukup tinggi,” kata Sekda.
Melihat harga daging ayam dari perusahaan ke agen-agen cukup normal dan tidak ada kendala, tetapi melihat dari agen ke meja pedagang sangat mengalami kenaikan cukup tinggi rata-rata diatas 10 ribu rupiah. Hal ini dikarena dari agen ke meja pedagang melalui broker (penyalur).
“Ada perbedaan harga cukup tinggi dari agen ke meja pedagang karena melalui broker. Broker ini mengambil dari agen dengan harga 32 ribu rupiah per kilonya, kemudian dijual ke pedagang dengan harga 45 sampai 46 ribu rupiah,” jelas Sekda.
Maka dari itu, Pemprov Jambi bersama Pemkot Jambi akan memfasilitasi para broker dan pedagang untuk mencari tahu kenapa terjadi selisih harga yang terlalu tinggi.
"Jika harga ini bisa ditekan, kita yakin sampai saat ini harga daging ayam bisa dibawah 40 ribu rupiah per/kg nya,” tutupnya. (Bn)
Facebook comments