Sungai Penuh - Kenaikan BBM berdampak merosotnya penghasilan masyarakat Kota Sungai Penuh kurang mampu yang hanya berpenghasilan sebagai tukang ojek sehingga Pemerintah Provinsi Jambi dan Kota Sungai Penuh turut peduli menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang berpenghasilan sebagai tukang ojek.
Kabid Mnajemen Lalulintas Dinas Perhubungan, Ahmad Fauzi saat dihubungi Jambi.Viral publik.com, Senin (9/1) menjelaskan akibat inflasi dari kenaikan BBM yang berdampak merosotnya perekonomian masyarakat kurang mampu sehingga menjadi perhatian pemerintah dengan menyalurkan bantuan.
"Pemerintahan Provinsi Jambi dan Pemerintahan Kota Sungai Penuh menyalurkan bantuan yang telah terealisasi. Adapun bantuan dari Pemerintah Provinsi Jambi sebesar Rp. 300 ribu untuk 805 orang langsung di terima melalui kantor pos. Sementara bantuan dari Pemerintah Kota Sungai Penuh sebesar Rp. 900 ribu yang kami sudah transfer ke rekening penerima. Jumlah keseluruhan tukang ojek yang telah terdata dan telah menerima bantuan dari Provinsi dan Kota Sungai Penuh sebanyak 1.482 orang," jelas Ahmad Fauzi.
Untuk bantuan Provinsi Jambi sebanyak 805 orang sebesar Rp. 300 ribu langsung mengambil ke kantor pos sedangkan untuk bantuan Kota Sungai Penuh diusulkan Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh ke Walikota Ahmadi Zubir karena dinilai kurang mencukupi yang mereka terima, untuk dimasukan ke penerima bantuan dari kota.
Agar sama rata nilai yang diterima Rp. 900 ribu, bagi yang telah menerima bantuan dari provinsi menerima bantuan dari kota sebesar Rp. 600 ribu dan yang tidak menerima bantuan dari provinsi, menerima bantuan dari Kota sebesar Rp. 900 langsung di transfer ke rekening Bank 9 Jambi.
"Terkait pemberitaan dari salah satu media yang mengatakan saya minta beli rokok kepada tukang ojek, itu semua tidak benar. Mereka mungkin hanya mencari kesalahan. Saya tidak pernah meminta beli rokok kepada mereka yang telah menerima, dana tersebut langsung di transfer ke rekening BANK 9 Jambi dan kantor pos. Kalau ingin tahu kebenarannya silahkan datang ke kantor saya, untuk dijelaskan kronologis dari pemberitaan dari salah satu media yang telah menuding saya meminta beli rokok. Yang jelas semua apa yang di sampaikan di media itu tidak benar. Saya sudah berusaha untuk membantu masyarakat yang berpenghasilan ojek untuk bisa menerima bantuan dari Kota dan Provinsi. Kalau diikuti semua persyaratan mungkin tidak seberapa yang bisa menerima," pungkasnya. (Hps)
Facebook comments